Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, ditutup turun tipis dipengaruhi komentar pejabat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dan keputusan  pemerintah untuk memberikan bantuan sosial (bansos) puluhan triliun rupiah.

IHSG ditutup melemah 3,2 poin atau 0,04 persen ke posisi 7.132,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,03 poin atau 0,2 persen ke posisi 1.016,31.

"IHSG turut merespons komentar Ketua The Fed dengan lajunya yang fluktuatif, namun ditutup cenderung tipis seiring dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk kembali memberikan bansos sebesar Rp24,17 triliun," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.

Pelaku pasar merespons pidato Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole yang terus menekankan adanya kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Terkait bansos, pemerintah berharap hal itu dapat menjadi bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat dengan adanya rencana pengalihan subsidi, meskipun itu diperkirakan akan hanya berdampak secara jangka pendek.

Pemerintah juga belum memberikan kejelasan terkait kenaikan harga BBM. Namun, kenaikan suku bunga untuk menjaga ekspektasi inflasi dan dikeluarkannya bansos, menjadi sinyal kuat bahwa harga BBM akan dinaikkan.

Apalagi, distribusi subsidi saat ini dinilai tidak tepat sasaran atau tidak sepenuhnya terserap oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah selama sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026