ANTARAJAWABARAT.com,3/10 - Kabupaten Cianjur, Jabar, masih tergantung pada pasokan hewan ternak dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat menjelang Idul Adha tahun ini.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Cianjur, Agung, Rabu, mengatakan, pasokan daging sapi dari peternak lokal Cianjur, saat ini hanya bisa memenuhi 70 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Sedangkan sisanya, 30 persen dipasok peternak luar daerah, seperti Jawa Timur dan Lampung. Bahkan setiap menjelang Idul adha, permintaan daging sapi, daging ayam, dan telur selalu mengalami peningkatan.

Namun demikian dari tiga komoditas tersebut baru, telur dan daging ayam yang dapat dipenuhi peternak lokal. Sedangkan daging sapi, masih mendatangkan pasokan dari daerah lain.

"Sampai saat ini, kebutuhan daging sapi menjelang Idul Adha, di Cianjur, masih mengandalkan hewan ternak dari daerah lain. Sedangkan telur dan daging ayam tercukupi dari peternak lokal, bahkan peternak ayam di Cianjur, dapat melayani permintaan luar daerah," ucapnya.

Selama ini, jelas dia, kebutuhan konsumsi daging sapi untuk masyarakat Cianjur, diperkirakan mencapai 515.542,51 kilogram. Sedangkan kemampuan produksi peternak sapi lokal baik perusahaan maupun perternakan rakyat masih terbatas.

"Dari jumlah total kebutuhan konsumsi masyarakat tersebut, baru bisa terpenuhi sekitar 70 persen. Sedangkan kekurangannya sekitar 130.584,90 kilogram atau 30 persennya, dipenuhi dengan cara mendatangkan pasokan ternak dari daerah lain," katanya.

Sedangkan pusat peternakan sapi di Cianjur, baik perusahaan maupun peternakan rakyat tersebar di beberapa daerah seperti Kecamatan Cikalongkulon, Cibeber, Pacet, Sukaresmi, dan Agrabinta.

"Semenetara itu, dari pusat peternakan tersebut, saat ini mengalami kesulitan mendapatkan pakan hijauan sesuai standar. Penyebabnya, di daerah selatan umumnya peternak tidak memiliki lahan khusus untuk memenuhi pakan hijauan," tandasnya.***2***
Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026