ANTARAJAWABARAT.com, 26/9 - Komisi B DPRD Jawa Barat meminta agar Dinas Peternakan (Disnak) Jabar harus menjamin hewan kurban yang dijual untuk perayaan Idul Adha tahun ini menjamin kesehatan hewan kurban seperti bebas dari segala penyakit hewan.

"Terkait dengan penjualan hewan kurban ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah jaminan bebas penyakit hewan terutama penyakit anthrax, kaki dan mulut serta cacingan," kata Ketua Komisi B DPRD Jawa Barat Selly Gantina, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu.

Selain itu, kata dia, Dinas Peternakan juga harus menjamin jumlah produksi hewan qurban sudah harus dipasok dari petani lokal Jabar dan memberikan jaminan harga pasar yang baik untuk penjual dan pembelinya.

Menurut Selly, ada dua instansi pemerintah yang sangat terkait dengan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban yakni Dinas Peternakan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat.

Untuk Disperindag Jabar terkait pengawasan hewan kurban, kata Selly, harus bisa fokus untuk menangani tentang ketersediaan hewan kurban khususnya di sektor hilir.

"Kami juga meminta jaminan jumlah produksi hewan kurban seyogyanya sudah harus dipasok dari lokal Jabar," kata politisi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar ini.

Ia mengatakan, mengapa pihaknya berbicara mengenai produksi dan harga pasar terkait penjualan hewan kurban karena dengan kondisi kekeringan di Jabar masih melanda hingga saat ini.

"Otomatis pemeliharaan hewan ternak pun akan terkena dampak yang signifikan. Sebab untuk makanan hewan tadi mereka hanya cukup diberikan pakan hijau seperti rumput-rumputan, karena kemarau berlangsung sudah sangat lama dan agar hewan ternak peliharaan peternak tadi bisa tetap bertahan, maka diberilah pakan berupa konsentrat yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pakan hijauan," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Selly, otomatis mau tidak mau nilai jual hewan kurban bisa melambung tinggi sebab biaya produksi pemeliharaannya yang juga sangat tinggi dan kualitas hewan pun belum tentu sesuai dengan yang diinginkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Koesmayadie Tatang Padmadinata mengatakan, persediaan hewan kurban khususnya untuk jenis domba saat ini masih terbilang normal yakni harganya berkisar Rp7 juta per ekor.

"Sedangkan untuk kambing mencapai Rp1,9 juta ekor. Jumlah tersebut merupakan sisa permintaan Hari Raya Idul Fitri lalu. Harga domba masih normal, masih berkisar pada angka Rp65 ribu per kilogram," kata dia.

Akan tetapi, karena permintaannya akan tinggi menjelang Idul Adha, maka domba berukuran kecil dengan bobot antara 25 sampai 30 kilogram akan menjadi primadona.


Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026