"Aliran modal asing ini keluar sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi," ungkap Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho dalam seminar virtual bertajuk Mengelola Inflasi dan Mengantisipasi Stagnasi Ekonomi di Jakarta, Kamis.
Namun demikian, pada triwulan II-2022 terdapat aliran modal asing masuk bersih atau net inflow ke pasar keuangan Indonesia sebesar Rp200 juta dolar AS.
Dengan keadaan tersebut, Wahyu memperkirakan neraca transaksi modal dan finansial Indonesia akan tetap terjaga, khususnya didukung oleh aliran modal masuk dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Selain neraca transaksi modal dan finansial, neraca transaksi berjalan juga diproyeksikan akan tetap terjaga, dengan perkiraan surplus pada triwulan II-2022 yang lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Peningkatan surplus neraca transaksi berjalan utamanya didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas, yang sejalan dengan masih tingginya harga komoditas.
Pewarta: Agatha Olivia VictoriaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.