"Kalau membuat mobil formula yang canggih saja bisa, apalagi mobil biasa. Karena itu selesai urusan balap-balapan di Jepang nanti, tolong bikin mobil buat saya, saya akan bayar itu mobil produk ITB," tutur Heryawan pada acara pelepasan tim mobil balap ITB di Kampus ITB, Bandung, Senin.
Menurut Heryawan, ITB sebagai kampus teknologi sepatutnya mampu menghasilkan produk otomotif yang sesuai dengan tuntutan keilmuan dan teknologi.
Sebagai provinsi agraris, Heryawan mengungkapkan Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya mengeluarkan anggaran cukup tinggi untuk belanja traktor yang masih menggunakan komponen mesin dan desain luar negeri.
"Tahun lalu saya membeli 500 traktor dan tahun ini seribu traktor. Rancangan untuk sekedar membuat traktor tentu lebih mudah dari mobil formula. Kalau tahun depan ITB bisa buat seribu traktor, saya beli semuanya," tutur Heryawan.
Pada acara pelepasan yang dihadiri Rektor ITB Akhmaloka, Heryawan menyatakan kebanggaannya kepada tim Mushika yang mampu memproduksi mobil balap berkapasitas silinder 600 cc dan akan bersaing dengan tim mahasiswa dari beberapa negara Asia seperti Jepang, India, China, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia.
Ia juga memberikan dukungan finansial kepada tim tersebut sebesar Rp100 juta.
Heryawan pada acara itu juga sempat mencoba duduk di kursi sopir mobil balap dan mengetes mesin mobil tersebut.
diah novianti
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.