ANTARAJAWABARAT.com,23/8 - Kecepatan laju kendaraan para pemudik pada arus balik Lebaran 2012 cenderung lebih rendah dibandingkan dengan pada saat arus mudik beberapa waktu lalu.

"Ada kecenderunga arus lalu lintas pemudik di arus balik lebih rendah dan di batas kecepatan aman. Secara psikologis mereka tidak dikejar untuk segera sampai, kondisinya berbeda saat mudik lalu," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes (Pol) Drs Martinus Sitompul, Kamis.

Selain itu, petugas kepolisian juga menerapkan sikap tegas terhadap pelanggar lalu lintas serta terus melakukan imbauan untuk hati-hati, disiplin dan tetap antisipasi.

Di sisi lain, bagasi tambahan para pemudik bersepeda motor juga tidak sebesar atau seberat saat arus mudik lalu. Sehingga keseimbangan kendaraan lebih terkontrol saat mengemudi.

"Diharapkan secara psikologis pemudik lebih enjoy saat arus balik ini, diharapkan bisa mendorong berkendara dengan aman, sehingga menekan angka kecelakaan lalu lintas," katanya.

Sementara itu data dari Posko Operasi Ketupat Lodaya 2012, menunjukkan angka kejadian kecelakaan pada arus balik ini cenderung menurun dibandingkan pada saat arus mudik.

Kabid Humas Polda Jabar menyebutkan, kejadian kecelakaan pada H+2 Lebaran atau Rabu (22/8) terjadi 10 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban satu orang, tiga luka berat dan 15 luka ringan. Total kerugian sebesar Rp91,5 juta.

Angka tersebut, lebih rendah dibandingkan dengan tiga hari terakhir setelah Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu total kejadian kecelakaan lalu lintas sejak H-10 hingga 22 Agustus 2012 terjadi sebanyak 269 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 60 orang meninggal dunia, 97 luka berat, 212 orang luka ringan dan total kerugian materil mencapai Rp596,8 juta.

Jumlah kecelakaan terbanyak terjadi sejak H-10 hingga H-1 Lebaran. Rata-rata melibatkan kendaraan sepeda motor di jalur mudik. Kejadian laka lantas terbanyak di wilayah Garut sebanyak 42 kasus, Polrestabes Bandung 30 kasus, subang (26), Ciamis (22), Majalengka (15), Kota Cirebon (24).***3***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026