"Produk persinyalan Len telah mampu bersaing secara global dimana saat ini kami mampu bersaing dengan pemain-pemain global dan ternyata unggul di pasar lokal. Terakhir SIL 02 mendapatkan sertifikat uji kelaikan operasi dan Kementerian Perhubungan RI," kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Wahyudin Bagenda di Bandung, Selasa.
Raihan sertifikasi dan pengakuan pasar, menurut dia memotivasi LEN untuk terus mengembangkan diri guna mewujudkan kemandirian teknologi yang berdaya saing.
Sementara itu sertifikat uji kelaikan operasi SIL 02 diserahkan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan kepada Dirut PT Len Industri Wahyudin Bagenda di Jakarta.
SIL 02 adalah salah satu produk Len dalam bidang persinyalan kereta api yang didesain dan dikembangkan sepenuhnya oleh tenaga-tenaga dan insinyur muda bangsa Indonesia, yang telah diaplikasikan pada jalur-jalur kereta api di beberapa stasiun di sepanjang pulau Jawa dan Sumatera.
"Produk itu disiapkan dalam mendukung program penggantian persinyalan mekanik menjadi persinyalan elektrik yang dilakukan Kementerian Perhubungan," katanya.
Sementara itu proses sertifikasi dilakukan oleh Tim Sertifikasi yang beranggotakan ahli-ahli dari institusi-institusi yang berkompeten di dalam negeri diantaranya dari Kementerian Perhubungan, PT KA, BPPT, ITB, dan PENS-ITS.
Keberhasilan Len dalam pengembangan SIL-02 tidak lepas dari dukungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang telah memberikan kesempatan kepada Len untuk mengembangkan produk ini dan produk-produk baru berikutnya mulai dari ikut memberikan saran desain, dukungan uji lapangan, dan dukungan pelaksanaan pengujian dan pengawalan.
"Sistem persinyalan pada perkeretaapian memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keselamatan penumpang maupun barang," katanya.
Sistem persinyalan sendiri adalah sistem yang mengatur pergerakan kereta api baik ketika berada di area stasiun maupun di petak jalan antara dua stasiun. Sistem persinyalan harus menjamin semua pergerakan kereta baik di area stasiun maupun pada petak jalan di antara dua stasiun berlangsung secara aman.
Sementara itu Manager Hukum dan Humas Len Wargita menyebutkan persinyalan harus berkinerja sangat baik dan teruji tingkat keselamatannya (safety level).
"Sistem Interlocking Len (SIL 02) telah memenuhi semua kriteria tersebut di atas, karena SIL 02 dikembangkan dan didesain dengan memenuhi standar-standar yang berlaku secara internasional maupun ketentuan-ketentuan khusus yang ditetapkan otoritas perkeretaapian di Indonesia," kata Wargita.
Kementerian Perhubungan RI bersama PT Len Industri (Persero) telah memiliki kesepahaman untuk terus menggunakan SIL 02 sebagai produk dalam negeri dalam rangka mendukung pemanfaatan teknologi bangsa Indonesia yang pada akhirnya dapat membangun kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang teknologi.
"Salah satu kontribusi terbesar yang diharapkan dari SIL 02 adalah dukungan produk tersebut terhadap MP3EI khususnya pada mega proyek Jalur Ganda Jakarta-Surabaya," kata juru bicara Len Industri itu menambahkan.***2***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.