Rasmini perajin ikan dendeng di Indramayu, Kamis, mengatakan, sebelum bulan Ramadhan permintaan ikan dendeng olahan masyarakat Pantura Kabupaten Indramayu cukup tinggi, kini memasuki pekan kedua terus meningkat sehingga sulit memenuhi pesanan dari Bandung, Jakarta dan Majalengkan.
"Ikan dendeng olahan masyarakat nelayan Pantura Kabupaten Indramayu mengandalkan bahan baku ikan segar, dengan cara pengawetan alami, yakni menggunakan bumbu asli tanpa campuran kimia berbahaya, sehingga diminati konsumen, selain itu harganya masih terjangkau,"kata Rasmini.
Ia menjelaskan, dalam satu hari biasanya hanya dikirim sekitar 100 kilogram dendeng ikan tujuan Jakarta dan Bandung, kini bulan Ramadhan bisa mencapai 200 kilogram, meningkat dua kali lipat, diperkirakan pesanan semakin tinggi jelang lebaran Idul Fitri, terutama pedagang dari pedagang makanan khas Pantura Indramayu.
Sementara itu Rokayah salah seorang perajin ikan dendeng asal Karangsong Kabupaten Indramayu mengaku, permintaan ikan dendeng setiap tahun terus meningkat, terutama menjelang lebaran Idul Fitri namun keluhannya sering kesulitan bahan baku karena nelayan setempat berhenti melaut.
Ia menambahkan, produksi ikan dendeng masih normal, namun sepekan jelang lebaran Idul Fitri biasanya nelayan Pantura Kabupaten Indramayu berhenti melaut, dampaknya perajin kesulitan ikan segar karena pasokan mengandalkan dari Tempat Pelelangan Ikan setempat.
"Kiriman ikan dari nelayan biasanya normal kembali satu minggu setelah lebaran, kesempatan saat ini untuk meningkatkan produksi karena cuaca dan pasokan ikan masih bisa diandalkan,"katanya.
Dedy Aryanto manajer TPI Glayem Indramayu mengaku, pendaratan ikan memasuki pekan kedua bulan Ramadhan masih normal, perajin olahan ikan kiriman bahan baku bisa diandalkan, namun jelang Idul Fitri ribuan nelayan Pantura Kabupaten Indramayu biasanya berhenti melaut, produksi ikan terhambat.***2***
Enjang S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.