Rastim petani asal Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu, mengatakan, serangga tomcat sudah lama dikenal membantu petani setempat sebagai pemangsa hama wereng.
Menurut Rastim, serangga tomcat tidak berbahaya karena mudah mengatasinya jika terkena cairan yang dieluarkan dari serangga tersebut, cuci bersih dengan air jangan disentuh supaya tidak menyebar, upaya lain diusahakan tidak menekan bagian tubuhnya.
"Serangga tomcat bukan binatang berbahaya dan mematikan jika dibiarkan, usahakan jangan bersentuhan langsung dengan kulit," ujar Rastim.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkbunan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon Wasman menuturkan, serangga tomcat sudah dikenal oleh ribuan petani di Pantura sebagai predator alami memakan hama wereng batang coklat.
Populasi tomcat di Pantura masih aman, kata Wasman, yang penting lahan pertanian masih disediakan sehingga mereka tetap berada dalam komunitas aslinya.
Menurut Wasman, keberadaan tomcat di Pantura membawa berkah kepada petani setempat, karena mengusir wereng dengan menggunakan pestisida dan obat kimia membutuhkan biaya cukup tinggi, pengendalian alami membiarkan tomcat lebih efektif dan rendah risiko.***3***
Enjang S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.