ANTARAJAWABARAT.com,14/3 - Harga beras untuk keluarga miskin (Raskin) tidak mengalami kenaikan meskipun ada kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras dan rencana kenaikan BBM.

"Harga jual Raskin ke masyarakat tetap, tidak ada kenaikan di harga Rp1.600 per kilogram," kata Kepala Bulog Divre Jawa Barat Usep Karyana di Bandung, Rabu.

Menurut Usep, harga Raskin yang merupakan beras yang disubsidi oleh pemerintah untuk keluarga yang kurang mampu tidak akan berubah dan tidak akan terpengaruhi oleh kenaikan harga beras.

Penetapan harga Raskin, kata Usep merupakan kewenangan dari pemerintah pusat, sedangkan Bulog hanya sebagai operator distribusi beras bersubsidi itu hingga ke titik distribusi atau tingkat desa.

"Pengaruh kenaikan harga BBM dipastikan berpengaruh kepada ongkos distribusi, namun saya tegaskan harga Raskin tidak berubah. Bila ada yang menaikkan harga Raskin dengan alasan kenaikan BBM laporkan ke Bulog atau Satgas Raskin yang ada," kata Usep Karyana.

Menurut dia, alokasi Raskin setiap keluarga masing-masing 15 kilogram per keluarga dengan harga masing-masing Rp1.600 per kilogram.

Harga Raskin itu sudah bertahan lebih dari lima tahun pada harga Rp1.600 itu. Harga beras bersubsidi itu tidak mengalami kenaikan atau perubahan karena hal itu wewenang dari pemerintah.

Sementara itu penyaluran Raskin di Jawa Barat pada 2012 sudah dilakukan sejak Januari, bahkan disalurkan dalam dua bulan alokasi dalam rangka menekan gejolak harga beras di masyarakat.

"Jumlah penerima Raskin di Jabar sebanyak 2,8 juta kepala keluarga di 26 kabupaten/kota di Jabar. Total penyaluran Raskin di Jawa Barat per bulan sebanyak 42.500 ton yang disalurkan oleh Sub Divre di tingkat kabupaten/kota," katanya.

Sementara itu, stok beras Bulog Jabar hingga 14 Maret 2012 masih aman untuk tiga bulan ke depan. Sedangkan pada Maret hingga Mei 2012 akan dilakukan penyerapan secara besar-besaran oleh Bulog Jabar dengan menggunakan HPP baru berdasarkan Inpres No.3 Tahun 2012 yakni harga pembelian beras Rp6.600 per kilogram dan gabah kering giling (GKG) Rp4.200 per kilogram.

"Awal musim panen ini distribusi beras lebih banyak masuk ke pasar untuk menambah stok di pasar, sedangkan optimalisasi penyerapan akan dilakukan April hingga Mei dengan target mampu melakukan pengadaan 70 persen dari target pengadaan 2012," kata Usep.

Total target pengadaan beras Bulog Jabar pada 2012 sebesar 650 ribu ton, atau merupakan prognosa pengadaan beras terbesar yang diajukan oleh Bulog Jawa Barat. Terakhir pencapaian penyerapan Bulog Jabar pada 2010 yakni mencapai 600 ribu ton, namun anjlok pada 2012 menjadi hanya sekitar 450 ribu ton saja akibat disparitas harga beras HPP dengan harga beras di pasar yang begitu jauh.

"Dengan HPP baru Rp6.600 per kilogram, kami optimis bisa melakukan penyerapan beras tahun ini yang ditargetkan sebanyak 650 ribu ton," Kepala Bulog Jabar itu menambahkan.***3***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026