"Usulan pembukaan perwakilan LPDB di daerah, dalam hal ini di Jawa Barat, itu sangat bagus dan akan dipertimbangkan. Karena selama ini untuk mengakses dana itu harus datang ke Jakarta," kata Kemas Daniel pada acara Gerakan Sadar Koperasi di Gedung Balai Latihan Koperasi di Bandung, Kamis.
Dengan pembukaan perwakilan di daerah, maka LPDB bisa lebih meningkatkan optimaliasi peran pengelolaan dan penyaluran dana bergulir bagi Koperasi dan UMKM di daerah.
Kemas mengakui, saat ini cukup banyak pelaku KUMKM yang kesulitan mengakses lembaga keuangan, terutama terkait agunan sehingga mereka dianggap tidak bankable oleh perbankan.
"Kendalanya persyaratan, banyak KUMKM yang belum bankable, mereka juga kurang menguasai informasi LPDB, sehingga perlu sosialiasi berkelanjutan," katanya.
LPDB-KUMKM merupakan lembaga pembiayaan yang bertugas melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk disalurkan dalam bentuk pinjaman atau dalam bentuk lainnya yang sesuai dengan kebutuhan KUMKM. Tujuannya membantu permodalan uaha dalam upaya penaggulangan kemiskinan, penganguran dan pengembangan ekonomi nasional.
Fungsi lembaga LPDB adalah menghimpun pengembalian dana yang berasal dari program dana bergulir KUMKM, dana APBN dan sumber lainnya yang sah serta memberikan pinjaman kepada KUMKM dengan atau tanpa lembaga perantara maupun LKB atau LKBB.
"Penyaluran dana LPDB terletak dalam lima sukses yakni sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, sukses pengembalian, sukses peningkatan dan sukses pengembangan usaha," kata Kemas.
Sejak diluncurkan pada 2008 hingga 2011, total penyaluran dana LPDB secara nasional mencapai Rp1,67 triliun bagi 966 mitra koperasi.
Sedangkan tahun 2012 akan digulirkan dana LPDB sebesar Rp1,3 triliun dimana Jawa Barat akan mendapat alokasi dana itu sebesar Rp200 juta untuk 234 koperasi dengan ketentuan bunga pengembalian pinjaman berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) di bawah bunga bank.
"Tingkat NPL hanya 0,28 persen hingga 0,59 persen. Lembaga yang didanai adalah layak usaha namun tidak bankable, sehingga sangat efektif untuk membantu IMKM uang kesulitan menembus perbankan," kata Kemas.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat, Wawan Hermawan menyebutkan, alokasi dana LPDB untuk Jawa Barat pada 2012 merupakanyang terbesar dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Hal itu karena sasaran yang akan disisir oleh LPDB di provinsi itu cukup banyak.
Selain dana dari LPDB, sumber pembiayaan bagi UMKM di Jabar adalah bisa diakses dari dana PKBL dan CSR perusahaan BUMN dan swasta, Kredit Cinta Rakyat yang digulirkan Bank BJB, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dana bergulir lainnya.
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.