"Harga beras di Jabar terlalu tinggi, sudah tidak rasional lagi jika dibandingkan harga beras di negara lain," kata Anggoro.
Ia mencontohkan harga beras di Thailand harga beras medium harganya masih sekitar Rp4.500-an. Menurut Anggoro kenaikan harga beras yang terjadi sejak dua bulan terakhir ini terus meningkat namun tidak rasional karena kenaikannya terlalu tinggi.
"Tidak bisa dibayangkan bila harganya terus naik, hal ini jelas perlu ada pemecahannya. Selain pasokan juga perlu ada langkah lainnya dalam stabilitas harga beras," katanya.
Kenaikan harga beras dipastikan memicu kenaikan harga makanan lainnya yang berbahan baku beras. Kenaikan makanan olahan itu kemungkinan lebih besar lagi dibandingkan kenaikan harga beras.
Berdasarkan pantauan BPS di Kota Bandung, harga beras pada Januari 2012 naik sekitar 9,23 persen, sedangkan kenaikan harga beras tertinggi di Jabar terjadi di Kota Sukabumi sebesar 9,92 persen. Harga beras jenis IR-64 yang merupakan harga beras medium di pasaran saat ini berkisar Rp7.800 per kilogram.
Sedangkan jenis Pandan Wangi sekitar Rp9.210 per kilogram, dan merupakan harga tertinggi jenis beras itu dibandingkan kenaikan di tahun-tahun sebelumnya.
"Kenaikan harga beras ini jelas memberikan tekanan inflasi yang cukup tinggi hampir di semua kota di Jabar," katanya.
Kenaikan harga beras akhir-akhir ini ditengarai merupakan ulah spekulan yang mendulang keuntungan dengan memainkan harga pasar dengan dalih pergeseran musim tanam.
"Berdasarkan hitungan statistik produksi padi Jabar sebesar 11 juta ton GKG akan mencukupi bagi warga Jabar yang berjumlah sekitar 44 juta orang. Tapi kenapa kenyataannya kok harga beras bisa tinggi seperti saat ini, ini perlu ditelusuri dan tidak bisa dibiarkan," kata Anggoro.
Di sisi lain, Bulog Jabar menyatakan stok beras di gudang di Jawa Barat mencukupi. Salah satu upaya menekan harga, Bulog Jabar menggelar program Raskin lebih awal, bahkan Januari 2012 ini didistribusikan untuk dua bulan alokasi. Alokasi raskin Jabar 42.000 ton, artinya pada Januari 2012 raskin di Jabar digelontorkan sebanyak 84.000 ton.
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.