ANTARAJAWABARAT.com,21/1 - Menjelang perayaan imlek permintaan daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Pantura Kabupaten dan Kota Cirebon, Jawa Barat, masih normal sehingga harganya tetap stabil.

H Yustinah salah seorang pedagang daging ayam potong di pasar tradisional Kanoman Kota Cirebon kepada wartawan di Cirebon, Sabtu, mengatakan, menjelang perayaan tahun baru Cina permintaan daging ayam potong masih normal seperti hari biasa, sehingga harga daging ayam tersebut stabil.

Ia menjelaskan, penjualan daging ayam setiap tahun jelang Imlek berjalan normal, namun sejumlah pedagang daging babi nampak ramai pembeli karena warga keturunan Tionghoa di Pantura Cirebon memilih daging babi daripada sapi.

Menurut dia, konsumsi daging ayam potong bagi warga keturunan Tionghoa kurang, mereka memilih daging ayam kampung, dua hari jelang Imlek permintaan masih seperti biasa diperkirakan penjualan tidak akan terjadi lonjakan, berbeda dengan perayaan lain.

Sementara itu Muryanto pedagang daging ayam potong lain di Cirebon menuturkan, permintaan daging ayam potong jelang Imlek masih normal, harga daging ayam stabil sekitar Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.

"Harga daging ayam potong sebelumnya sempat naik Rp28 ribu akibat pasokan dari peternak terhambat, namun kini jelang perayaan imlek kembali normal,"katanya.

Daging ayam potong kini semakin diminati oleh konsumen, kata dia, karena mudah penyajiannya selain itu harg daging ayam potong terjangkau oleh semua kalangan, dirinya mengaku penjualan normal setiap hari terjual sekitar 250 kilogram.

Permintaan daging ayam potong di Pantura Kota Cirebon meningkat menjelang perayaan Idul Fitri dan bulan Ramadhan, omzet penjualan daging ayam potong bisa naik hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, sehingga harganya cukup tinggi.

Dikatakan Lani salah seorang pembeli daging ayam di Cirebon, harga daging ayam potong masih stabil Rp25 ribu per kilogram, dirinya mengaku menu makanan daging ayam tersebut cukup diminati oleh keluarganya selain itu pengolahannya mudah dan praktis.


Enjang S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026