Komandan Korem 061, Kolonel Kustanto Widiatmoko, di Cianjur, Jumat mengatakan, ratusan personil telah diberikan pelatihan mitigasi bencana, tujuannya agar TNI, siap turun langsung untuk membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana.
Ia menjelaskan, untuk menghadapi tingginya kemungkinan bencana di wilayah teritorialnya, seluruh anggota diminta langsung turun ke lapangan.
"Kalau waktunya, bahaya sudah semakin dekat lebih baik mengungsi daripada menunggu bencana benar-benar datang. Saya selalu sampaikan pada jajaran, babinsa dan danramil, ingatkan masyarakat bahwa curah hujan sudah naik, potensi bencana tentunya akan meningkat," katanya.
Ia menambahkan, empat wilayah kerja Korem Suryakencana yaitu, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, masing-masing memiliki tingkat kerawanan bencana.
Melihat intensitas curah hujan tahunan, wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Kabupaten Bogor, paling rawan bencana longsor, banjir dan angin puting beliung.
Saat ini jelas dia, Korem memiliki peralatan tanggap bencana yang cukup memadai, antara lain kendaraan darat, tenda, serta alat masak yang bisa melayani untuk ribuan orang.
"Pelatihan penanganan bencana di lingkup korem yang diikuti seluruh kodim, telah kami lalukan. Sehingga saya yakin, anggotanya sudah siap turun, jika ada bencana untuk membantu korban bencana," ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0608 Cianjur, Letkol Andi Perdana Kahar, menambahkan, wilayah Cianjur, seluruhnya rawan bencana, baik itu angin puting beliung, banjir dan longsor. Dengan intensitas hujan yang tinggi saat ini, seluruh jajarannya meningkatkan kewaspadaan.
"Kita minta seluruh anggota untuk waspada, dan membantu masyarakat untuk turun langsung jika datang bencana. Intinya masyarakat harus waspada dengan cuaca buruk," katanya.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.