"Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan, longsoran tanahnya sudah diangkut sama warga dibantu oleh petugas dari Dinas Binarmarga," kata Camat Bungbulang, Uum Suhartini.
Upaya membersihkan material tanah longsor tersebut dilakukan warga secara gotong royong dan petugas dari Dinas Bina Marga dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul.
Sementara mendatangkan alat berat dari Dinas Bina Marga tidak bisa dilakukan karena kondisinya rusak masih dalam perbaikan.
"Tidak pakai alat berat untuk memindahkan tumpukan tanah, tapi pakai alat sederhana seperti cangkul," katanya.
Upaya mengangkut longsoran tanah tersebut berlangsung cukup lama mulai malam hari beberapa jam setelah terjadi longsor kemudian dihentikan tengah malam dan dilanjutkan Senin pagi hingga dapat diselesaikan sekitar pukul 09.00 WIB.
Meskipun Jalan Raya Bungbulang sudah dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, para pengendara tetap harus ektra hati-hati dan waspada karena kondisi jalan masih licin.
"Pengendara harus tetap hati-hati melewati Bungbulang, karena masih ada tanah yang membuat jalan menjadi licin. Selain itu juga daerah Bunbulang itu rawan longsor," katanya.
Sebelumnya sejumlah kendaraan umum maupun pribadi yang akan melintasi Bungbulang dari arah Kecamatan Cisewu maupun Caringin menuju Garut kota dan sebaliknya terpaksa harus memutar jalan.
Kendaraan dari dua arah dialihkan ke jalur Kecamatan Mekarmukti atau ke Kecamatan Pameungpeuk dengan kondisi jalan cukup rusak serta jarak tempuh lebih jauh atau mencapai sekitar 100 kilometer lebih.
"Waktu pagi kan itu banyak kendaraan umum jenis elf dari Cisewu atau Caringin yang mau ke Garut (Garut kota) terpaksa memutar jalan ke daerah Mekarmukti yang jaraknya lebih jauh," kata Camat.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya mengatakan, kendaraan umum jurusan Garut kota menuju Garut selatan maupun kendaraan angkutan seperti truk melintasi Kecamatan Bungbulang cukup banyak.
Kendaraan mobil jenis elf yang merupakan satu-satunya angkutan umum di daerah tersebut, kata Dikdik tercatat sebanyak 60 unit jurusan Garut-Bungbulang, lima unit jurusan Bungbulang-Cisewu dan dua unit Bungbulang-Rancabuaya.
"Kalau untuk elf jurusan Garut-Bungbulang tidak ada masalah, nah, dari Bungbulang kesananya kendaraan terpaksa harus mutar arah, karena ada longsor," katanya. ***4***
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.