ANTARAJAWABARAT.com,4/10 - Kementerian BUMN mengimbau mantan karyawan sejumlah BUMN yang biasa bergelut dibidang teknologi tinggi agar membuat home industri untuk memberdayakan kemampuannya.

"Karyawan sejumlah BUMN seperti PT Telkom, LEN, DI dan Pindad yang sudah memasuki purnabakti atau pensiun dini sebaiknya tetap berkontribusi dalam memaksimalkan kemampuannya. Karena dengan begitu, BUMN akan mempunyai mitra kerja strategis seperti yang selama ini kita impikan," kata Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, Ir Irnanda Laksanawan.

Ia mengatakan perlunya kontribusi purnabakti itu saat menghadiri Peresmian Kerja Sama Opersional (KSO) PT LEN dengan Koperasi Keluarga Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (KKSP FKK) di hanggar KKSP FKK di Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa.

Di Kementerian BUMN sendiri telah menyiapkan anggaran khusus CSR untuk home industri. Menurutnya, dengan bersatunya mantan karyawan sejumlah BUMN bisa meningkatkan kemampuan daya saing bangsa. Dengan begitu, kemampuan anak bangsa bisa dihargai dan diberdayakan dengan baik.

Irnanda pun meminta agar BUMN lebih banyak lagi yang melakukan KSO dengan sejumlah perusahaan yang berteknologi tinggi termasuki home industrinya. Apalagi sejak 20 tahun lalu, pihaknya telah memimpikan konsep kemitraan tersebut agar bisa dijalankan di Indonesia.

Direktur Utama PT LEN, Wahyuddin Baginda mengatakan,restrukturisasi BUMN perlu dilakukan. Karena banyak permesinan di BUMN yang tidak teroptimalkan sehingga perlu kerja sama dengan pihak ketiga termasuk home industri yang dilakukan oleh mantan karyawan PT DI.

"Saya melihat potensi eks PT DI bisa membangun bangsa. Ini kerja sama yang bisa dikembangkan. Dan LEN siap utilisasi mesin agar daya saing industri semakin kuat," kata Wahyuddin.

Sementara mantan Ketua Serikat Pekerja PT DI yang juga anggota Komisi IX DPR RI Arif Minardi mengatakan, mantan pegawai PT DI harus bisa mempertahankan kemampuannya merangkai sejumlah komponen mesin secara detail termasuk mesin pesawat.

Tidak sedikit mantan PT DI, kini masih tetap membuktikan kredibilitasnya di dunia internasional diantaranya dengan menjadi manintenance pesawat Boeing 747 Arab Saudi.

"Koperasi ini didirikan pada tahun 2008 setelah ribuan karyawan PT DI diberhentikan. Dengan hasil patungan uang sisa kompensasi 3500 mantan karyawan PT DI terkumpul uang sebesar Rp9 miliar yang selanjutnya dibelikan tanah dan sejumlah aset lainnya. Kini, aset yang dimiliki koperasi mantan karyawan sudah mencapai Rp20 miliar," ujar Arif.

Disebutkannya, saat ini aset koperasi mantan PT DI yang dimiliki diantaranya berupa tanah tanah di Ciater tujuh hektar yang diisi 23 kolam pembibitan ikan. Di Desa Padaasih Kecamatan Cisarua ada tanah seluas dua hektare ditanami 24 jenis sayuran organik berikut kandang sapinya dan ternak bebek.

"Bahkan sayuran organik milik kita mempunyai sertifikasi dari Indonesian Organic Sertification (Inofis). Karena punyai sertifikat Inofis ini pesanannya membludak sehingga tidak mampu terpenuhi karena lahan kurang," ujarnya.***5***


Hedi A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026