"Kami sedang berupaya menuju sempurna karena selama ini KA Ekonomi masih banyak yang beranggapan KA kelas buram dan salah satu upaya itu telah diterapkan di masa angkutan Lebaran 2011 yakni melakukan sistem reservasi tiket sejak H-7," kata Bambang kepada wartawan, di Bandung, Rabu.
Menurutnya, dengan adanya sistem reservasi tiket tersebut diharapkan tidak adanya penumpukan calon penumpang yang membeli tiket di stasiun sehingga kemungkinan terjadinya tindakan kecelakaan atau kriminalitas sangat dimungkinkan.
"Kalau di tahun-tahun sebelumnya calon penumpang dari mulai manula, ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, remaja semua bercampur ditempat pembelian tiket dan tidak jarang ada yang sampai terinjak-injak, tentu sangat mengkhawatirkan," katanya.
Selain itu, pelayanan pembatasan kapasitas angkut di KA Ekonomi telah diterapkan yaitu batas atas penumpang yang bisa diangkut dalam setiap gerbong ialah 150 persen.
"Dengan 150 persen tersebut, kami anggap masih termasuk dalam kategori nyaman dan mobilitas petugas keamanan masih bisa dilakukan," jelasnya.
Sementara itu, Bambang mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sistem pemesanan tiket pada KA Ekonomi berdasarkan tempat duduk layaknya KA Bisnis dan EKsekutif.
"Dengan pemesanan tiket sesuai tempat duduk maka penumpang KA Ekonomi akan lebih tertib lagi dan memang permasalah kenapa belum diterapkannya hal tersebut karena tidak samanga jumlah kursi pada tiap gerbong di KA tersebut," katanya.
Ia memaparkan, untuk sistem pemesanan tiket sesuai tempat duduk komputer hanya akan membaca dengan baik bila tiap gerbong jumlah tempat duduknya sama dan kalau beda akan kacau nantinya sehingga ada perebutan tempat duduk.
Dirinya mengaku, bila menuju ke arah sana bukan merupakan perkara mudah sebab segala sesuatu menuju lebih baik tidak ada yang mudah pasti diawali dulu dengan kesulitan, halangan juga rintangan.
"Namun, cita-cita itu harus terwujud sebab visi kami juga memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sehingga tidak menutup kemungkinan KA KRD-pun akan menyusul setelah suksesnya KA Ekonomi menjadi sempurna," jelas Bambang.***4***
(T.PSO-278/B/Y003/Y003) 07-09-2011 21:11:06
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.