ANTARAJAWABARAT.com,8/8 - Pasokan beras di Bandung 96 persen berasal dari luar kota, karena kota tersebut hanya bisa memenuhi kebutuhan beras tiga hingga empat persen setiap musim panennya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung, Elly Wasliah, Senin, mengatakan meski hasil panen beras hanya mencapai empat persen, kebutuhan beras di Bandung aman hingga akhir tahun.

"Karena saat ini kita juga ada Bulog yang bisa membantu 30.000 ton untuk kebutuhan beras warga Kota Bandung hingga Desember nanti," jelas Elly kepada wartawan di Bandung.

Menurutnya, beras hasil panen dari luas areal sawah 1.719 hektare lahan yang ada, sisanya pasokan dari luar kota, seperti dari daerah Pantura Jabar.
"Kebutuhan beras di Bandung sendiri mencapai 25.000 ton per-bulan, Insya Allah kami bisa memenuhi kebutuhan tersebut selama Ramadhan hingga akhir tahun ini," paparnya.

Ia mengakui, setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan beras kebanyakan dari luar kota karena kemampuan dari petaninya sendiri yang hanya bisa memenuhi empat persen tersebut.

"Jadi sudah biasanya penghasilan panen di Bandung hanya berkisar tiga hingga empat persen," katanya.

Sebelumnya, ia mengatakan, stok daging di Kota Bandung aman karena ada peningkatan pemotongan hewan setiap harinya sejak menjelang bulan Ramadhan yang mencapai 30 hingga 50 persen masing-masing jenis daging.

"Di hari-hari biasanya rumah potong hewan yang ada di kami memotong sapi hingga 150 ekor sapi per-harinya, sedangkan untuk daging ayam tiap harinya kami memotong 200 ribu ekor," katanya.

Kemudian, mendekati Ramadhan hingga lebaran rumah potong hewan tiap harinya memotong sapi 200 ekor sedangkan untuk ayam tiap harinya mencapai 300 ribu ekor.

"Kenapa yang lebih meningkat daging ayam karena daging ayam banyak peminatnya sehingga wajar kalau kami menekankan peningkatan di daging ayam," jelas Elly.***5***
(T.PSO-278/B/Y008/C/Y008) 08-08-2011 15:24:10


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026