Alasannya, karena ia prihatin dengan masih ditemukannya fakta yang membuat orang tua siswa dirugikan ketika hendak meyekolahkan putra-putri mereka dengan praktik penarikan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) secara sepihak oleh sekolah dan komite.
"Saya mengusulkan dibahasnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) khusus Perlindungan kepada orang tua dan siswa. Sebab, kalau tidak ada upaya serius menyelesaikan masalah seputar penerimaan siswa, Wajardikdas 9 tahun sulit tercapai ," kata Zainul Arifin kepada wartawan, Senin.
Selain itu, ia masih kerap menerima laporan ketidakjelasan mekanisme belajar-mengajar yang diadakan di sejumlah sekolah. Termasuk prosedur naik kelas atau tidaknya seorang siswa. Padahal, seharusnya diberikan peringatan lebih dulu, sekali atau dua kali sebelum diputuskan tidak naik kelas.
"Maka dari itu, Perda khusus harus diadakan untuk memberikan perlindungan terhadap orang tua dan siswa. Saat ini saya tengah mencari dukungan di DPRD untuk meloloskan usulan Perda agar bisa dibahas," ujarnya.
Ditambahkan Zainul, Perda diusulkan untuk memuat segala persoalan yang menyelimuti dunia pendidikan serta memberikan jalan keluar terhadap berbagai persoalan yang memihak kepada orangtua dan siswa.
Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Alfian mengatakan, pencapaian Wajar Dikdas di Kota Cimahi saat ini masih jauh dari harapan. Bahkan, sekolah dijadikan lahan mengeruk keuntungan oleh sejumlah oknum.
"Padahal, orangtua tak perlu dibebani untuk memeroleh pendidikan yang layak. Sudah ada dana bantuan, seperti bantuan operasional sekolah (BOS), cukup tak cukup itu saja gunakan. Jangan lalu menjadi alasan kurangnya BOS, maka sekolah menarik uang dari orang tua siswa dan memberatkan mereka," katanya.
Orangtua siswa, lanjutnya, tidak akan merasa diberatkan oleh biaya pendidikan apabila masih dalam batas kewajaran dan tidak dilakukan secara sepihak atau dalam jumlah terlampau besar.
"Saat ini sangat dilematis, orangtua berkewajiban menyekolahkan anak mereka. Tapi mesti ditarik biaya besar. Sekolah harus mengerti kondisi sosial masyarakat kita. Tanpa diminta saya rasa orang tua siswa akan sukarela menyisihkan penghasilannya untuk membangun anak-anak mereka," ujarnya.***4***
(U.pso-215/C/Y003/Y003)
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.