ANTARAJAWABARAT.com,11/7 - Tidak mau terus merugi, Perum Perhutani III Jawa Barat-Banten berjanji untuk segera menyelesaikan perbaikan kondisi objek wisata Curug Cimahi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Saat ini perbaikan tengah dilakukan, diharapkan waktu tiga bulan cukup untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur yang rusak akibat longsor pada Februari 2010 lalu, kata Wakil Kepala Perhutani Unit III Jabar dan Banten, Dadang Hendaris kepada wartawan, Senin.

"Sebab, kalau tidak diperbaiki kami pun kehilangan pendapatan sebesar Rp 130 juta dari tiket masuk. Kehilangan pendapatan pun tidak hanya menimpa kami, tapi juga bisa dialami oleh warga masyarakat yang biasa menggantungkan kehidupan ekonominya dari sini. Karena biasanya mereka bisa berjualan dan melakukan bisnis lainnya," kata Dadang.

Dia mengatakan, pihaknya menargetkan untuk bisa kembali membuka objek wisata tersebut pada akhir tahun ini. Oleh karenanya, anggaran sebesar Rp 1 miliar diperkirakan akan habis untuk membenahi sejumlah sarana seperti anak tangga menuju air terjun tertinggi di Jawa Barat tersebut.

"Fokus yang kita lakukan dengan memperbaiki anak tangga karena kondisi kemiringan lumayan sulit akibat kondisi topografi alamnya," katanya.

Di sekitar anak tangga terdapat tiga titik longsor yang setelah kejadian bencana alam tanah longsor tidak bisa dilewati pengunjung. Pasalnya, longsor telah memutuskan anak tangga.

Menurutnya, mulai dari pintu masuk sampai ke lokasi Curug Cimahi terdapat lebih dari 500 anak tangga. Ada jalan alternatif tanpa harus menggunakan tangga, hanya saja jarak mesti ditempuh menju air terjun panjangnya mencapai 5 kilometer.

"Saya kira orang pasti ingin melewati jalur yang dekat yakni lewat tangga. Karena tangganya lumayan banyak, maka kita akan siasati dengan membuat sejumlah tempat istirahat di beberapa titik anak tangga yang dilewati," ujarnya. ***5***
(U.pso-215/C/Y008/B/Y008) 11-07-2011 15:12:28


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026