ANTARAJAWABARAT, 2/6 - Indeks harga konsumen gabungan di delapan kota pantauan di Jawa Barat pada Mei 2011 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

"Beberapa sektor mengalami kenaikan harga, seperti tarif rumah sakit dan bahan bakar Pertamax. Mei ini inflasi 0,12 persen, sedangkan dalam dua bulan terakhir secara beruntun Jabar mengalami deflasi," kata Kepala Kantor Badan Pusat Statistik Jabar, Lukman Ismail di Bandung, Rabu.

Sementara itu dalam lima bulan terakhir atai Januari - Mei 2011, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, sedangkan dalam 12 bulan atau Mei 2010 hingga Mei 2011 inflasi tahunan Jabar mencapai 5,27 persen.

Dari sisi kelompok pengeluaran, inflasi terbesar di Jawa Barat didorong sektor kesehatan, yakni inflasi sebesar 0,76 persen, disusul sandang 0,58 persen. Selain itu inflasi juga pada makanan jadi, rokok, minuman dan tembakau 0,31 persen.

Kemudian inflasi kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan 0,16 persen serta kelompok perumahan air, gas dan bahan bakar 0,14 persen.

Delapan kota pantauan indeks harga konsumen di Jawa Barat antara lain Kota Bandung, Sukabumi, Depok, Bogor, Bekasi, Cirebon, Tasikmalaya dan Kota Banjar.

"Kota yang mengalami inflasi tertinggi di Jawa Barat adalah Kota Cirebon dan Sukabumi yakni 0,26 persen, sedangkan Kota Tasikmalaya justeru mengalami deflasi 0,06 persen," katanya.

Sedang inflasi di empat kota lainnya adalah Kota Bogor 0,14 persen, Depok 0,10 persen, Bekasi 0,08 persen dan Kota Bandung 0,12 persen.

(syarif)


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026