Cirebon, 24/5 (ANTARA) - Kebutuhan gula pasir di Jawa Barat cukup tinggi hingga mencapai
510 ribu ton setiap tahun sementara pasokan gula dari saat ini hanya mencapai 110 ribu ton pertahun
dari beberapa pabrik gula yang ada di provinsi itu, kata Wagub Jabar Dede Yusuf.

Pabrik Gula yang berada di wilayah Jawa Barat tersebar mulai dari Pabrik Gula Subang, Sindanglaut,
Karangsembung, Tersana Kabupaten Cirebon dan Pabrik Gula di Jatitujuh Kabupaten Majalengka.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf kepada wartawan di Cirebon, Selasa, mengatakan kebutuhan gula
khususnya di daerah Jawa Barat saat ini cukup tinggi mencapai 510 ribu ton per tahun sementara produksi
dari lima pabri yang ada masih kekurangan.

"Kurangnya pasokan gula di wilayah Jawa Barat merupakan peluang besar bagi petani tebu yang
tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Petani Rakyat Indonesia (APTRI) untuk terus meningkatkan
produksinya," katanya.

Dikatakannya, pemerintah melalui dinas terkait akan terus berupaya mengembangkan lahan tebu yang
ada karena saat ini hanya 20 ribu hektare, sementara masih banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk
pertanian tebu tersebut.

"Daerah Jawa Barat yang cukup produktif untuk pertanian tebu diupayakan wilayah selatan Jawa Barat
karena daerah tersebut masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan, selain itu daerah Kabupaten
Sumedang dan Garut," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan berupaya menyediakan bibit tebu dengan varietas terbaik sehingga
dapat mengahasilkan tebu yang maksimal. Ia berharap petani tebu yang berada di wilayah Cirebon harus
tetap tinggi minat menanam tebu.

Sementara itu Bupati Cirebon Drs Dedy Supardi MM menuturkan, petani tebu Cirebon harus terus
meningkatkan produksi gula, karena kebutuhan gula saat ini sangat tinggi, ia berharap setiap tahun
petani berhasil panen tebunya.

"Kabutuhan gula tinggi untuk wilayah Jawa Barat merupakan peluang pasar yang baik untuk petani
tebu di Cirebon dalam meningkatkan hasilnya," katanya.

Dikatakan Ade Hasan Kabid Perkebunan dari Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan
Kabupaten Cirebon, saat ini Kabupaten Cirebon memilik tiga Pabrik diantaranya PG Sindalaut, PG
Karangsembung, PG Tersana Baru.

"PG Tersana baru mampu memproduksi 33 ribu kuintal per hari, sedangkan PG Sindaglaut 18 ribu
kuintal per hari, sementara PG Karangsembung 15 ribu kuintal per hari," katanya.

Dia menambahkan, diperkirakan pasokan gula tahun sekarang akan meningkat jika dibandingkan tahun
lalu, karena saat ini curah hujan di Cirebon mulai menurun sehingga rendemen tebu naik menjadi 7,18
persen per kuintal sementara tahun sebelumnya hanya 6,3 persen perkuintal.

Ia mengakui ongkos angkut tebu tahun lalu cukup tinggi mencapai Rp20 ribu
perkuintal, diperkirakan ongkos angkut menurun karena curah hujan mulai rendah sehingga memudahkan sopir
truk angkut tebu dari kebun. ***5***

Yasad A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026