"BUMD yang rugi yah kita kembalikan dari titik nol atau diputihkan, pengurusnya dibubarkan dan dikenakah pemutusan hubungan kerja. Selanjutnya diaktifkan kembali dengan struktur baru yang lebih segar dan berkinerja," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Bandung, Rabu.
Ia menyebutkan, salah satu BUMD Jabar yang dikembalikan ke titik nol adalah PD Agribisnis dan Pertambangan (PDAP) yang mulai tahun anggaran 2011 tidak lagi mendapat kucuran peyertaan modal dari APBD Jawa Barat.
Direksi dan pengurus perusaahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pertambangan itu diberhentikan sehingga BUMD tersebut benar-benar "dikosongkan."
PDAP selama ini menjadi beban Pemprov Jabar karena tidak berkinerja dan terus merugi. Bahkan untuk membayar gaji direksi dan pegawai saja selalu diambil dari APBD Jabar tanpa ada pemasukan dari perusahaan itu.
"Setelah di-nolkan dan menghentikan kucuran penyertaan modal tidak berarti menghapus BUMD itu, nanti kita hidupkan kembali dengan garapan yang lebih baik dan berkinerja. Potensinya masih cukup besar," kata Heryawan.
Bahkan Gubernur Jawa Barat menyiapkan langkah untuk menjadikan PDAP menjadi perseroan terbatas (PT). Untuk itu ia menginstruksikan untuk melakukan langkah-langkah persiapan pembentukan PT dari perusahaan agribisnis dan pertambangan itu.
"Semuanya harus melalui tahapan, salah satunya inventarisasi aset, kemudian dibentuk perseroan terbatas," kata Heryawan.
Heryawan mencontohkan, revitalisasi perusahaan BUMD salah satunya untuk PT Tirta Gemah Ripah. Perusahaan yang hampir "mati" tersebut kembali bisa bangkit dengan melakukan revitalisasi kepengurusan.
Salah satu buktinya adalah dengan perjanjian kerjasama proyek dengan Emergent Ventures International Ltd, PT Brantas Abipraya dan Noble Capital Roseources terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Cirompang.
"Setelah hampir mati dan kita nolkan posisi mereka, sekarang bisa bangkit dan melakukan kerjasama proyek," katanya.
Sementara itu Ketua Bidang Pemberdayaan UMKM Kadin Jabar, Iwan Gunawan menyebutkan, BUMD Jawa Barat perlu meningkatkan peran sosial dan peran ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat.
"Sektor agribisnis dan kelautan merupakan potensi yang harus digarap oleh BUMD Jabar. Potensi sosial dan ekonominya besar di sana. BUMD jangan terjebak pasar dan tidak masuk ke sektor yang sudah digarap oleh perusahaan swasta atau oleh UMKM," kata Iwan Gunawan.
Menurut Iwan, sebagian besar BUMD Jabar masih perlu penanganan oleh profesional sehingga bisa berkinerja lebih baik lagi. Selain itu perlu adanya pembatasan kepentingan politik yang rentan terhadap BUMD.
"Biarkan BUMD berkembang dan jalan, bila kepentingan politik sudah masuk ke sektor BUMD jelas itu akan menghambat," kata Iwan Gunawan.
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.