Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu angin puting beliung juga merusak sejumlah rumah warga di Kampung Babakan Malanding, Kelurahan Sawah Gede, Cianjur.
Pantauan di lokasi, angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras sempat "mengamuk" di wilayah Cianjur kota. Namun peristiwa tersebut hanya berlangsung selama beberapa puluh detik dan tidak merusak rumah atau fasilitas umum yang ada.
Namun sebagian besar warga di beberapa kelurahan seperti Sawah Gede, Pamoyanan, Sayang dan Kelurahan Solok Pandan, sempat berhamburan keluar rumah, ketika mendengar suara gemuruh.
"Kami spontan membawa anggota keluarga keluar dari rumah karena mendengar suara gemuruh yang cukup kencang. Kami takut angin akan menerbangkan atap rumah dan menimpa anggota keluarga," kata Imron (36) warga Kelurahan Pamoyanan.
Sementara itu, angin puting beliung yang berkecamuk di beberapa wilayah seperti di Kampung Raweuy Desa Limbangan Sari meluluhlantakkan perkampungan warga.
Akibatnya delapan rumah milik warga rusak berat dan belasan lainnya rusak ringan. Warga yang berhamburan keluar rumah hanya bisa pasrah melihat rumah mereka hancur terutama bagian atapnya.
"Angin datang tiba-tiba disertai suara gemuruh dan hujan deras. Warga sempat panik dan akhirnya berhamburan keluar rumah bersama anggota keluarganya untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan atap rumah," ungkap Sadeli warga Raweuy yang rumahnya rusak berat.
Sedangkan informasi dihimpun menyebutkan angin puting beliung juga meluluhlantakkan belasan rumah di Cianjur bagian utara. Namun belum ada keterangan resmi dari pihak terkait di Pemkab Cianjur.
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.