Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan berdasarkan laporan terakhir yang diterima sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa dengan magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” katanya di Kupang, Sabtu.
Hal ini disampaikan Gubernur NTT saat menggelar jumpa pers bersama pihak terkait mulai dari BMKG, BPBD, SAR, serta TNI, Polri untuk penanganan lanjutan dampak gempa di Flores.
Dia mengatakan korban yang meninggal dunia itu dua diantaranya di Maumere, Kabupaten Sikka dan tiga lagi di Kabupaten Manggarai.
Baca juga: BMKG: Ancaman tsunami 0,5-3 meter di NTT, NTB, Sulsel usai gempa 7,7 M
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini tsunami 2 hingga ke Sulawesi, pascagempa M 7,7 di NTT
Korban yang meninggal, katanya, diduga akibat reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa bumi terjadi di daerah itu.
“Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa,” ujar dia.
Melki menambahkan data detail terkait korban jiwa mulai dari meninggal dunia dan luka-luka akan disampaikan sekembalinya dari Flores.
“Siang nanti kami akan berangkat ke Flores dan sore nanti kami sampaikan update-nya lagi, mulai dari korban jiwa serta kerusakan,” tambah dia.
Terkait kerusakan, ujar dia, saat in beberapa ruas jalan di Flores juga putus serta longsor akibat gempa tersebut.
Baca juga: Gempa 7 M mengguncang NTT, terasa hingga ke Lombok dan ada peringatan tsunami
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur NTT: Korban meninggal akibat gempa di Flores bertambah
Pewarta: Kornelis KahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.