Bandung, 7/2 (ANTARA) - Sebanyak 18 mahasiswa ITB Bandung akan dirikim untuk menghadiri Harvard National Model United Nations ke-57 di Boston, Massachussets Amerika Serikat, 17-20 Februari 2011.

"Kegiatan ini sangat positif, kegiatan bertaraf internasional yang mempertemukan 3.000 delegasi dari universitas-universitas terbaik dari seluruh dunia," kata Ketua Rombongan Matiinu Iman Ramadhan di Bandung, Senin.

Tim akan berangkat pada 14 Februari, untuk persiapan materi dan berkoordinasi dengan panitia setempat. Perwakilan yang berangkat adalah 17 peserta serta seorang pendamping yang pernah ikut dalam program simulasi PBB tahun 2010 di Afrika.

Anggota tim HNMUN 2011 ITB yang akan bertolak ke "Negeri Paman Sam" itu adalah Andra Riandita, Adrian Gilrandy, Huibert. Kartika Ayu Handayani, Matiinu Iman. Mikael Adotya, M Afif Gunung, Dian Novita, Marla Meta.

Kemudian Srhiajeng Ayu, Vincentinus Dito. Aryani, Diendra Putri Hapsari, Elsa Yudhiata. Gladies, Marsha, Yosaka Eka dan Mitsalina Shafwah.

Konferensi internasional itu mempertemukan 3.000 delegasi dari sejumlah universitas terbaik di dunia. Mereka dapat berbagi wawasan dan bertukar pikiran untuk bersama-sama mendiskusikan berbagai permasalahan tingkat global dari bidang perdamaian internasional dan keamanan.

Selain itu juga membahas dan mendiskusikan masalah ekonomi dan kemajuan sosial dan hak asasi manusia sesuai dengan misi PBB yang tertera pada Piagam PBB.

"HNMUN menawarkan kesempatan bagi delegasi untuk mengalami tantangan bernegosiasi dan berdiplolaso taraf internasional dalam simulasi forum PBB," kata Matiinu.

Kegiatan itu. kata Matiinu untuk memulai proses dimana depat konstruktif yang dilakukan hari ini dapat membimbing komunitas pada solusi masa depan.

Tujuan dari kegiatan itu antara lain meningkatkan kepemimpinan para delegasi, menambah wawasan dan mempelajari isu-isu global, mengenal beragam perspektif internasional, mencari solusi pemecahan masalah internasional.

Selain itu juga menjadi ajang promosi Indonesia di dunia internasional, mengembangkan jaringan global generasi muda serta membawa missi ITB untuk menjadi universitas kelas dunia.

"Saya senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini, diharapkan kami bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi pemecahan permasalahan yang dihadapi dunia. Tahun lalu kami menyampaikan isu tentang posisi Sudan dan Mesir," kata Gladys Brigita, salah seorang delegasi ITB itu.



syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026