Kondisi jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Samarang dan Garut kota itu digenangi air bercampur lumpur setelah hujan mengguyur kawasan tersebut, Kamis siang hingga menjelang sore.
Genangan air menutupi jalan itu disebabkan luapan air selokan pinggir jalan yang menyumbat akibat ruas aliran selokan tidak seimbang dengan debit air yang mengalir ketika hujan.
Bahkan jalan raya tersebut dengan keberadaannya mencekung setelah turunan jalan dari arah Samarang menuju Garut kota, tampak setiap pinggiran jalan air mengalir dan menjadi genangan di jalan Kampung Cilutung itu.
Genangan air tersebut menutupi jalan yang rusak berlubang sehingga pengendara sepeda motor saat melaju kendaraannya tampak hati-hati karena khawatir akan jatuh.
"Memang daerah sini sering banjir, jalannya juga berlubang, makanya kalau tidak hati-hati bisa jatuh," kata pengendara sepeda motor, Sudaryatno, warga Kecamatan Samarang.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan yang berlubang dan mengatasi masalah genangan air di jalan itu, karena akan membahayakan pengendara sepeda motor akibat jalan menjadi licin.
Jalan Samarang yang banyak tikungan dan tanjakan serta turunan itu, kata Sudaryatno merupakan jalur utama yang sering dilewati masyarakat Samarang dan Kecamatan lainnya menuju Garut kota.
Selain itu jalur tersebut merupakan jalan alternatif dari arah Bandung menuju kawasan objek wisata air panas Darajat, Sampireun dan Kawah Kamojang, jika dibiarkan menurut Sudaryatno khawatir akan mengancam keselamatan para pengguna jalan yang tidak mengetahui kondisi jalan tersebut.
"Sebaiknya harus cepat diperbaiki jalan itu, terus segera diatasi masalah genangan air, kenapa bisa seperti itu," katanya berharap pemerintah daerah segera mengatasi kondisi di jalan raya di kawasan Kampung Cilutung itu.
Feri P
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.