Terutama untuk wilayah yang cenderung warganya lebih memilih masuk SMA di luar Kota Cimahi seperti Kecamatan Cimahi Selatan, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan Disdik Kota kata Cimahi Guntur Priyambada saat dihubungi, Minggu.
Diharapkannya, ada laporan periodik terkait perubahan data status pendidikan tersebut ke Disdik Kota Cimahi.
"Karena Cimahi memang kota kecil sehingga hanya memiliki 18 SMA dan 24 SMK negeri dan swasta dan APK-nya mencapai 86 persen. Artinya, data yang ada tidak bisa memastikan bahwa di wilayah Cimahi Selatan banyak yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK.
Mereka lebih banyak sekolah ke luar dan tidak melapor, sehingga tidak terdata oleh kami," kata Guntur.
Untuk itu, pihaknya menjalin kerjasama internal dan eksternal dengan sekolah favorit warga Cimahi yang ada di Kota Bandung. Dengan begitu diharapkannya, sekolah dapat memberikan data berapa banyak warga Kota Cimahi yang masuk di sekolah mereka.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Tata Wikanta mengatakan, warga luar Kota Cimahi yang bersekolah di Cimahi khususnya jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) jumlahnya mencapai 20 persen.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, pendaftar dari luar Cimahi sebagian besar berasal dari Kabupaten Bandung Barat, kemudian dari Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Tidak sedikit pula yang berasal dari luar Jawa, mengingat Cimahi merupakan pusat pendidikan militer.
"Untuk tingkat SMA, peminat dari luar Cimahi juga cukup banyak. Hanya persentasenya masih di bawah SMP. Untuk SMA, jumlah pendaftar dari luar Cimahi yang diterima mencapai 522 siswa dari total 825 pendaftar. Sementara jumlah pendaftar asal Cimahi yang diterima sebanyak 1.184 siswa dari total 1.833 pendaftar," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pendidikan Kota Cimahi, Atih Hermana mengatakan, belum meratanya kualitas guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas pendidikan di Kota Cimahi.
Hal tersebut merupakan salah satu kendala yang sedang dihadapi dalam pembangunan pendidikan di Kota Cimahi. Peningkatan kualitas guru sangat diperlukan, sehingga kualitas pendidikan di Kota Cimahi dapat merata.
Menurutnya, saat ini kualitas guru yang ada di perkotaan dengan kawasan pinggiran Kota Cimahi seperti di sekolah dasar di sekitar Gunung Bohong, sangat kentara sekali perbedaannya.
Hal tersebut mengakibatkan, pembelajaran yang terjadi di sekolah pinggiran itu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa menyamai pendidikan yang ada di kota.
"Faktor kualitas guru tersebut merupakan hal yang penting dalam memajukan pendidikan di Kota Cimahi," imbuhnya.
Menurut Atih, dalam meningkatkan kualitas guru di Kota Cimahi, Dinas Pendidikan Kota Cimahi terutama Kementerian Pendidikan Nasional harus berupaya keras dalam memacu peningkatan kualitas guru, di antaranya lewat seminar dan upaya lainnya.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.