Pengalokasian anggaran kesehatan 2010 baru mencapai Rp 329 miliar atau 4,9 persen, pada 2011 meningkat menjadi 7,5 persen dari total belanja daerah, sedangkan 2012 diharapkan menjadi 10 persen, kata Asisten Daerah (Asda) III Bidang Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Barat Aip Rivai di Kota Cimahi, Senin.
"Kesehatan merupakan salah satu pilar penting untuk diwujudkan oleh Pemprov Jabar. Terlebih faktor kesehatan telah menjadi salah satu target yang harus diselesaikan oleh pemerintah sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam MDGs. Makanya, tiap tahun kita targetkan untuk terus meningkatkan anggaran kesehatan ini," kata Aip.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi Itoc Tochija mengakui, jika dana kesehatan di Cimahi saat ini masih relatif kecil. Meski begitu pihaknya tahun mendatang tetap akan memprioritaskan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada warga Kota Cimahi, terlebih bagi keluarga tidak mampu.
"Tahun 2011 mendatang gubernur memang menyampaikan akan menaikkan anggaran kesehatan, tapi kan itu untuk Jawa Barat. Nah untuk Kota Cimahi sendiri kita juga belum tahu," kata dia.
Dia mengatakan, ada kemungkinan pihaknya pun tidak bisa melakukan pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan secara maksimal pada tahun 2011 mendatang karena terjadinya penurunan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Cimahi pada tahun 2011.
"Alokasi anggaran kesehatan kita masih minim, dan belum bisa mencapai 10% dari APBD. Terlebih pada tahun 2011 mendatang dengan berkurangnya DAK dari provinsi untuk Kota Cimahi, yang hanya Rp 1,9 miliar. Sebab iti, kita akan mengurangi anggaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik)," kata Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija.
Untuk alokasi anggaran kesehatan Kota Cimahi baru mencapai 4,2% dari APBD tahun 2010 dengan total anggaran Rp 30.540.764.350. Anggaran itu diperuntukkan bidang sekretariat Rp 18.552.904.300, bidang pelayanan masyarakat Rp 1.017.106.750, bidang P2PBPL Rp 1.341.156.300, bidang pelayanan medik Rp 8.186.755.000, dan bidang jamproinfokes Rp 1.442.824.000.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Ike Hikmawati menyatakan keprihatinannya, atas berkurangnya DAK yang akan diterima Kota Cimahi. Menurutnya, hingga saat ini anggaran kesehatan yang dialokasikan Kota Cimahi masih terbilang minim, terlebih untuk dana bantuan pelayanan kesehatan keluarga miskin daerah (gakinda) yang hanya dianggarkan Rp 1 miliar atau 0,14 persen dari APBD.
Dikatakannya, terkait masih minimnya anggaran kesehatan di Kota Cimahi dan upaya peningkatannya, hal itu sebetulnya terletak pada bagaimana pemerintah daerah yaitu eksekutif dan legislatif dalam memberikan sumbangsih nyata bagi publik.
"Kita telah menyampaikan hasil studi banding dan mengomunikasinya dengan eksekutif, serta bagaimana caranya kita bisa menaikkan subsidi pelayanan kesehatan dengan memaksa APBD Kota Cimahi. Sebab bagaimana juga kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat," pungkasnya.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.