Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan posisi tersebut setara pembiayaan 9,2 bulan impor atau 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Posisi ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," katanya.
Ia menjelaskan peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2021 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," katanya.
Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dan akan menjadi faktor penting bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Baca juga: Posisi cadangan devisa Mei capai 136,4 miliar dolar AS
Baca juga: Cadangan devisa Indonesia akhir April sebesar 138,8 miliar dolar AS
Baca juga: Bank Indonesia catat cadangan devisa Maret 137,1 miliar dolar AS
Pewarta: SatyagrahaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.