Bandung, 19/10 (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, menyatakan angklung tidak perlu dimasukkan sebagai kurikulum sekolah walaupun telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan manusia.

"Saya kira ngak perlu dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, yang ada malah kasihan sama siswa nantinya. Sekarang kan, pendidikan kebencanaan dan pramuka diusulkan juga masukkan ke dalam kurikulum sekolah," kata Dede Yusuf, di Bandung, Jumat.

Ia mengatakan, untuk ke depannya Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun sekolah angklung guna pengembangan dan pelestarian angklung.

"Ke depannya harus terwujud dalam bentuk anggaran untuk pelestarian dan pengembangan angklung, salah satunya dengan cara membuka sekolah angklung," ujarnya.

Pihaknya menyatakan, belum dapat memastikan kapan sekolah angklung tersebut akan diwujudkan.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat.

Sementara itu, musisi Dwiki Dharmawan juga sependapat dengan Wagub Jawa Barat yang menyatakan angklung tidak perlu dimasukkan sebagai kurikulum sekolah.

"Kalau dimasukkan dalam kurikulum sekolah, saya kira nantinya akan membatasi ruang gerak angklung," kata Dwiki Dharmawan.***4***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026