Bandung, 3/11 (ANTARA) - Jatah calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk Provinsi Jawa Barat, tahun 2010 bertambah dari 4.715 orang menjadi 5.000 orang lebih.

"Jatah CPNS di Provinsi Jabar mengalami penambahan, yakni menjadi 5.000 orang lebih, sebelumnya kan hanya 4.715 orang," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Achadiat Supratman, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya di Bandung, Rabu.

Achadiat menyatakan, penambahan tersebut dikarenakan ada lima kabupaten/kota yang mengajukan penambahan jatah CPNS, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Bandung, Kota Depok dan Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, kemungkinan besar pengajuan penambahan jatah tersebut dapat dipenuhi oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Tapi hingga kini kami masih tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat," ujarnya.

Dikatakannya, selain ada permintaan penambahan jatah CPNS, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat juga ada yang tidak mengajukan usulan formasi.

Wilayah tersebut, kata Achadiat, adalah Kota Banjar, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, dan Kabupaten Purwakarta.

Ia mengatakan, dengan adanya pengajuan penambahan jumlah formasi tersebut berdampak pada belum dilakukannya pengumuman penerimaan CPNS, yang rencananya dilakukan pada awal bulan November.

"Jadi untuk pengumuman CPNS baru akan dilakukan setelah ada persetujuan dari pemerintah terpusat terkait jumlah dan rincian formasi," ujar Achadiat.

Sebelumnya, Badan kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, menyatakan, pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 akan dibuka sekitar awal November.

Achadiat Supratman mengatakan, pengumuman penerimaan CPNS untuk formasi di Pemprov Jabar dan kabupaten/kota di Jabar akan dipublikasikan sekitar minggu pertama November, sedangkan pendaftarannya akan dibuka sekitar minggu kedua November.

"Untuk jadwal pemeriksaan berkas, pemanggilan serta pelaksanaan testing akan dilakukan pada minggu ketiga November," ujar Achadiat.

Menurutnya, saat ini, pihaknya sudah menggandeng tiga perguruan tinggi negeri yakni ITB, Unpad, dan UI sebagai pihak penyelenggara ujian.

Namun, kata dia, pihaknya memberikan otoritas kepada kabupaten/kota untuk memilih diantara ketiga perguruan tinggi tersebut.***3***

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026