Pelantikan dilakukan oleh Gubernur BI Darmin Nasution dan dihadiri antara lain Wakil Gubernur Barat Dede Yusuf di Kantor BI Bandung.
Seusai serah terima jabatan dan pelantikan, Lucky yang menggantikan Yang Ahmad langsung meresmikan Gerai Info Kredit BI pertama di Bandung dan mengemukakan visi perbankan di awal kepemimpinannnya.
"Gerai Info Kredit BI adalah bagian dari komitmen bersama di sektor lembaga keuangan negara untuk efektivitas manajemen risiko keuangan yang ke depannya akan mendorong laju pertumbuhan antar lembaga keuangan, dibawah pengawasan dan jaminan dari BI untuk kemajuan BI di daerah," kata Lucky di Kantor BI, Rabu.
Dijelaskannya, selepas masa tugasnya di New York kini ia dihadapkan pada tugas baru di daerah dengan segenap tantangan baru di ranah perbankan, khususnya dalam menjalankan fungsi BI di daerah yang menyoroti kerjasama dengan pihak pemerintahan, "stakeholder" serta memfungsikan perannya sebagai pengendali inflasi nasional.
Lucky Fathul AH sebelumnya menuhduki posisi Kepala Perwakilan Kantor BI di Newyork, dari tahun 2007 hingga 2010, dan sempat dipekerjakan di beberapa daerah, antara lain menjadi Kepala Seksi Kajian Ekonomi Moneter BI Surabaya, Deputi Kepala litbang internal, Sumber Daya Manusia, Direktorat Pengedaran Uang di Jakarta, serta pemimpin di Kantor BI Surabaya.
Gubernur Indonesia Darmin Nasution mengemukakan, pemimpin baru di Bandung diharapkan bisa mengoptimalisasi perannya sebagai fasilitator dari pembangunan yang digulirkan pemerintah daerah dan jajaran stakeholder terkait, dengan upaya peningkatan hubungan baik dan sinergitas pada aspek keuangan dan pembangunan.
"Mudah-mudahan beliau dapat menciptakan sinergi yang baik antara pemerintah agar BI dapat ambil bagian dalam memfasilitasi pembangunan di daerah dan mendukung pertumbuhannya," tegas Darmin.
Darmin juga meminta BI Bandung lebih meningkatkan kinerjanya dalam mengatasi laju inflasi di daerah, lantaran inflasi di daerah berpengaruh kuat mendorong terjadi inflasi pada skala nasional, dengan variabel 66 kota yang melaporkan hasil auditnya dan akhirnya menghasilkan jumlah total di tingkat pusat.
"Daerah memiliki pengaruh besar dalam peningkatan jumlah inflasi nasional, dengan demikian para pemimpin dan jajaran BI di daerah harus menjaga stabilitas keuangan dan fundamental dari nilai tukar uang," demikian diterangkan Darmin.***2 ***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.