Tasikmalaya, 25/10 (ANTARA) - Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat menilai wilayah Tasikmalaya rawan terhadap peredaran narkoba, karena daerah yang termasuk banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah.

"Tasikmalaya ini merupakan daerah yang potensi berkembangnya peredaran narkoba, karena Tasik merupakan daerah translit daerah perdagangan, daerah yang banyak dikunjungi orang," kata Kepala Bidang Pencegahan, Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, Keo Sukarya di Tasikmalaya, Senin.

Tasikmalaya yang berada di wilayah Timur Jawa Barat, menurut dia menunjukan perkembangan yang baik dari berbagai sektor perdagangan sehingga otomatis akan terjadi timbulnya peredaran narkoba.

Penilaian tersebut berdasarkan kajian Badan Narkotika Provinsi Jabar, untuk itu kata Keo pentingnya masyarakat maupun pemerintah daerah dan pihak aparat keamanan dalam meningkatkan kewaspadaan melakukan pencegahan peredaran narkoba di Tasikmalaya.

"Karena Tasik merupakan daerah perdagangan yang banyak dikunjungi orang, maka disini tentu ada transaksi-transaksi peredaran narkoba," kata Keo yang hadir mengisi kegiatan penyuluhan narkoba kepada perwakilan masyarakat setiap Kelurahan di Kota Tasikmalaya.

Sementara itu KBO Narkoba, Satuan Narkoba, Polresta Tasikmalaya, Iptu Rasidin, dalam acara yang sama mengatakan pengguna narkoba di wilayah Tasikmalaya kebanyakan narkoba jenis ganja.

Menurut dia, peredaran daun ganja di Tasikmalaya cukup banyak diminati karena harganya terjangkau dari berbagai kalangan masyarakat pengguna dibandingkan jenis narkoba lainnya.

"Di Tasikmalaya ini paling banyak pengguna jenis ganja," katanya.***1***

Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026