Cimahi, 8/10 (ANTARA) - Program wajib belajar sembilan tahun di Kota Cimahi, Jawa Barat, mencapai 98,6 persen, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Tata Wikanta, Jumat.

Ia menjelaskan dari 25.870 anak usia sekolah SMP/MTs/SMPLB, sebanyak 25.352 anak telah menikmati bangku sekolah.

Menurut dia, sisa anak usia sekolah SMP/MTs/SMPLB akan terserap oleh program SMP terbuka, serta pendidikan dan layanan khusus.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan program wajib belajar enam tahun pada 2009, dengan persentase sebesar 99,8 persen. Dari 59.190 anak usia sekolah SD/MI/-SDLB, 58.933 orang di antaranya telah menyelesaikan pendidikan tingkat SD/MI/SDLB.

Ia mengatakan, akan menyelesaikan program wajib belajar pendidikan dasar dari sembilan menjadi 12 tahun pada 2014. Saat ini, angka partisipasi murni wajib belajar 12 tahun Kota Cimahi baru mencapai 91 persen.

Menurut Tata, dia akan membangun infrastruktur di sejumlah SMA/SMK untuk meningkatkan daya tampung sebab membangun SMA baru memerlukan biaya yang sangat besar.

Selain itu, pihaknya berencana menambah program keahlian baru di beberapa SMK. "Konsekuensinya, kami membutuhkan tenaga pendidik tambahan. Untuk itu, kami juga akan merekrut guru baru," ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati, mengharapkan, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun tidak hanya memprioritaskan kuantitas tapi juga mempertimbangkan kualitas.

"Sesuai dengan rencana strategis (renstra) Dinas Pendidikan Kota Cimahi 2010-2014, untuk SD/MI misalnya, angka partisipasi kasar harus meningkat dari 82 persen menjadi 90 persen. Kedua, angka partisipasi murni Kota Cimahi harus meningkat dari 72 persen menjadi 85 persen," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, angka partisipasi sekolah Kota Cimahi harus meningkat dari 80 persen menjadi 100 persen dengan ditunjang ruang kelas yang harus dalam kondisi baik dan layak pakai, dan rasio ruang kelas adalah 1:1.

"Disdik telah memasang target nilai UASBN di Kota Cimahi naik dari 7,07 menjadi minimal 7,5 dengan angka kelulusan dari 98 persen naik menjadi 100 persen," paparnya.

Menurut Ike, Millenium Development Goals (MDGs) memiliki delapan tujuan dan memiliki batas pencapaian minimum pada 2015. Pemerataan pendidikan dasar menjadi tujuan kedua setelah pengentasan kemiskinan ekstrem dan kelaparan karena dengan pendidikan, pola pikir masyarakat akan menjadi lebih baik sehingga dapat mengakselerasi pencapaian tujuan MDGs lainnya.***3***

(U.pso-215/B/N002/N002) 08-10-2010 18:06:16


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026