Bandung, 8/10 (ANTARA) - Pembangunan Tol Pasteur - Ujungberung atau Tol Dalam Kota Bandung sepanjang 26 kilometer membutuhkan investasi sebesar Rp1,5 triliun.

"Uji kelayakan sudah dibuatkan dan untuk membangunnya butuh investasi sebesar Rp1,5 triliun," kata Direktur Utama PT Jasa Sarana Jabar, Soko Sandi Buwono di Bandung, Jumat.

Menurut dia, PT Jasa Sarana yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar itu bergerak di sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Selain jalan tol juga dalam pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Terkait pembangunan Tol Dalam Kota Bandung, kata Soko, cukup banyak yang berminat untuk menanamkan investasinya. Salah satunya dari sebuah konsorsium AS.

"PT Jasa Sarana tidak bisa melakukan pembiayaan sendiri, nilainya cukup besar. Kami bekerja sama dengan sejumlah perusahaan termasuk membentuk sindikasi perbankan untuk pembiayaan," katanya.

Jalur Tol Dalam Kota Bandung membentang dari pintu tol Pasteur melintasi Jalan Surapati, kemudian ke Ujungberung Bandung dan menyatu ke Tol Purbaleunyi.

Jalur tersebut dibangun untuk mengurangi beban kepadatan arus lalu lintas di Kota Bandung yang saat ini sudah cukup parah.

"Tol Dalam Kota Bandung nantinya akan memberikan alternatif bagi pengguna tol Purbaleunyi untuk keluar masuk baik lewat Pasteur maupun lewat Cibiru. Konstruksinya terdiri dari fly over," kata Soko.

Ia menargetkan pembebasan lahan diharapkan bisa dilakukan mulai 2011 mendatang. Pembebasan lahan dilakukan oleh pemerintah, sedangkan konstruksi dan pengerjaan proyeknya dilakukan oleh PT Jasa Sarana dengan menggandeng perusahaan lain.

"Mencari investor untuk Tol Dalam Kota Bandung tidak akan sulit, beberapa diantaranya sudah siap andil dalam pembangunan tol itu," kata Direktur Utama PT Jasa Sarana itu menambahkan. ***2***



(U.S033/B/R010/R010) 08-10-2010 15:10:47


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026