Optimalisasi tersebut ditujukan untuk mengantisipasi pembangunan yang tidak tepat sasaran, sehingga menghambat laju pembangunan di Jawa Barat, kata gubernur saat ditemui di Bandung, Senin (20/9) malam.
Menurut dia, hasil sensus itu merupakan data awal secara global, dimana dengan data tersebut akan dilakukan sebagai optimalisasi data di wilayah Jabar dari berbagai sektor yang nantinya akan diselaraskan dengan pembangunan di Jabar.
Hal ini, menurut gubernur, sebagai antisipasi adanya program pembangunan yang tidak tepat sasarannya, nantinya pihak Pemprov akan mengolah data Sensus Penduduk yang dimiliki oleh BPS.
"Potensi yang harus segera dikembangkan ini, nantinya akan berimbas kepada laju pembangunan di Jawa Barat, dimana jika dioptimalkan pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Jabar akan keluar 'by name by address'," papar gubernur.
Ditegaskan gubernur, hal itu sebagai respon terhadap masyarakat, agar tidak perlu membuat proposal terkait pembangunan suatu hal yang ada di Jabar.
"Masyarakat tidak perlu repot-repot membuat proposal bantuan keuangan, namun bagi masyarakat yang tidak meminta bantuan, namanya tercantum dalam 'database' Pemprov Jabar dan layak dibantu, tentunya sesegera mungkin akan dibantu," ujar gubernur.
Gubernur berharap agar dalam permasalahan data base keadaan masyarakat, melibatkan campur tangan DPRD, dimana para anggotanya memiliki konstituen saat masa reses anggota dewan.***3***
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.