Sumedang, 5/8 (ANTARA) - Institut Pemerintahan Dalam Negeri melaksanakan pantohir atau penentuan akhir terhadap 176 calon praja dari lima provinsi , Kamis.

Kelima daerah yang pada gelombang I mengirimkan calon praja tersebut ke Jatinangor, Sumedang, Jabar, adalah Lampung mengirim 33 orang, DKI Jakarta 30 orang, Banten 22 orang, Jawa Barat 86 orang dan Daerah Istimewa Yogjakarta.

Karo III Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Soedjito, di ruang kerjanya, Kamis, menjelaskan, para calon praja akan mengikuti tiga tahapan pantohir, antara lain mencakup cek ulang kesehatan, kesamataan jasmani dan wawancara.

Cek ulang kesehatan dilaksanakan bekerjasama dengan Kesdam, mencakup pemeriksaan darah, paru-paru, urine dan jantung.

Kesamaptaan jasmani bekerjasama dengan Polda Jabar, tes yang dilakukan adalah lari, push up, full up dan yang lainnya.

Sedangkan untuk wawancara dilakukan oleh tim, yang anggotanya dari eselon I pusat, dan instansi terkait seperti Biro Kepegawaian.

Pada progam akademis, menurutnya terjadi perubahan karena bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Bagi para calon praja yang lolos pantohir, mereka akan melaksanakan pengenalan kampus, dan dari tanggal 18 Agustus dicutikan sampai habis Lebaran.

Sementara kepada yang gugur, mereka akan dikembalikan lagi ke daerah asalnya, mereka akan digantikan oleh calon lain berdasarkan urutan rengking.

Untuk hari Jumat (6/8) akan datang calon praja dari daerah Timur, mereka masuk dalam gelombang ke-2.

Dikatakan dia, DIY adalah provinsi yang paling sedikit mengirim calon praja. Hal ini dikarenakan di daerah tersebut terlalu banyak PNS hingga akhirnya tidak mensertakan pendidikan di IPDN.

"DIY sudah sejak tahun 2003 tidak pernah mengirim, baru tahun sekarang," jelasnya.***3***


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026