Siaran pers BNP2TKI yang diterima ANTARA di Bandung, Rabu, menyebutkan, para pekerja Indonesia yang siap diberangkatkan ke Jepang setelah belajar di UPI selama dua bulan itu merupakan peserta Kerjasama Ekonomi Indonesia-Jepang.
Penglepasan para pekerja dari kampus UPI, Bandung, itu menurut rencana dihadiri Dubes Jepang Kojiro Shiojori, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ginanjar Kartasasmita.
Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih dalam siaran itu menyebutkan, penempatan seratusan perawat itu merupakan bagian dari pemberian kesempatan kepada Indonesia untuk menempatkan seribu tenaga kerjanya ke Jepang dalam program IJEPA.
Disebutkan, pada 2008 sudah ditempatkan 208 perawat Indonesia ke Jepang dan pada 2009 sebanyak 362 perawat.
Usai mengikuti pendidikan di kampus UPI, para perawat itu akan memperdalam Bahasa Jepang di negeri sakura selama empat bulan.
Para pekerja itu akan mendapatkan gaji sekitar Rp 17 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Mereka akan ditempatkan di rumah sakit dan rumah penampungan orang jompo.
Pada tahap awal, para pekerja itu memiliki masa kontrak selama tiga tahun. Setelah itu mereka memiliki kesempatan memperpanjang masa kerja selama mampu memperoleh sertifikat perawat yang dikeluarkan pemerintah Jepang.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.