Cianjur, 16/7 (ANTARA)-Pemkab Kabupaten Cianjur, Jabar, dinilai tidak mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di beberapa jalur protokol seperti Jalan Siliwangi, dan Siti Jenab.

Bahkan di Jalan Suroso, dimana Markas Polres Cianjur, berada, antrean panjang kendaraan bermotor, dipastikan terjadi setiap harinya, dari pagi hingga siang, kata Ketua LSM Patriot Nasional (Patron) Cianjur, Dani Haris Nugraha di Cianjur, Jumat.

Fenomena kemacetan di beberapa ruas jalan protokol tersebut, telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Akibatnya, hampir sepanjang hari kemacetan kerap mengganggu aktivitas keseharian masyarakat terutama pengguna jalan.

Ruas jalan protokol lainnya yang dinilai rawan macet setiap harinya, seperti Jalan Moch Ali, , Jalan Ampera, depan Gedung DKC, Jalan Moch Yamin dan Jalan Mangunsarkoro.

Dani Haris Nugraha menilai, penyebab kemacetan di Cianjur, salahsatunya adalah menumpuknya jalur atau trayek angkot di satu titik, tepatnya pusat kota.
Akibatnya, petugas yang bertanggungjawab di lapangan, baik dari kepolisian maupun petugas Dinas Perhubungan (Dishub), seolah kehabisan akal untuk mengurai kemacetan tersebut.

"Ketegasan dari aparat yang bertugas di lapangan juga menjadi krusial sebagai upaya meminimalisir kemacetan. Selama ini tindakan tegas tidak pernah diberikan pada penguna jalan yang melangar," katanya.

Selain itu, kemacetan yang terjadi hampir di seluruh ruas jalan di dalam Kota Cianjur, diakibatkan jalur trayek angkutan kota (angkot) yang tidak beroperasi sebagaimana aturan yang telah disepakati bersama.

Berdasarkan hasil rapat Badan Koordinasi Lalu Lintas (Bakorlantas) tahun 2009 lalu, sub-sub terminal yang ada, harus difungsikan secara maksimal, di antaranya angkot harus masuk ke terminal.

"Kenyataan di lapangan masih ada angkutan kota yang tidak masuk terminal Pasir Hayam, tapi langsung ke pusat kota seperti ke Pasar Induk," tuturnya.
Dia menambahkan, permasalahan lainnya di pusat kota tersebut, ditenggarai menunjukkan tata ruang kota di Cianjur yang tidak beres. Pemerintah dinilai tidak mempunyai siteplan yang komprehensif untuk jangka panjang.

"Cianjur ini kota kecil dengan sejuta angkot. Sebab angkutan yang sudah tidak layak beroperasi masih banyak berkeliaran. Sehingga macet nya Cianjur dengan tata kota yang tidak beres, diperparah banyaknya angkot," tandasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Gatot Satrio Utomo, membenarkan hal tersebut. Namun sebagai upaya memutus rantai kemacetan, pihaknya menurunkan seluruh kekuatan setiap pagi dan siang menjelang.

"Faktor utama terjadinya kemacetan akibat banyaknya angkutan kota yang beroperasi dengan trayek yang pendek. Upaya kami melakukan rekayasa jalur agar tidak terjadi kemacetan," katanya singkat.***2***

Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026