Cianjur, 25/6 (ANTARA) - Jalan penghubung antar-kecamatan tepatnya di Kampung Gudang, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Jabar, terputus.

Pasalnya, sejak dua hari terakhir, jalan penghubung satu-satunya itu, tertutup air bah setinggi 60 centimeter sepanjang 200 meter, akibat meluapnya air Waduk Cirata.

Masruh (50) warga Kampung Darungdung, Desa Gudang, Jumat, mengeluhkan terputusnya jalan penghubung tersebut. Pasalnya ia sehari-hari harus melintas di jalan tersebut menuju tempat kerjanya di Kecamatan Mande.

Namun sejak jalan tersebut tergenang air bah, ia terpaksa tidak dapat masuk kerja atau terlambat datang ke SDN Campaka Mulya di Kecamatan Mande, dimana ia menjabat sebagai kepala sekolah.

"Ketika air setinggi satu meter, saya terpaksa tidak masuk kerja karena jalan penghubung tidak dapat dilalui. Sekarang mah dipaksakan meskipun sampai sekolah pakaian saya basah," katanya.
Dia menuturkan dampak terputusnya jalan utama akibat air bah itu, tidak sedikit anak didiknya, terpaksa tidak masuk sekolah. Meskipun, katanya, saat ini, kegiatan belajar mengajar tidak terlalu aktif karena menjelang kenaikan kelas.

Terendamnya jalan, dikeluhkan Asep (34) warga Kampung Namo, ia mengaku, harus mengeluarkan biaya tambahan ojek, untuk keperluan berbelanja barang-barang jualan di warungnya.

Diakuinya, hingga saat ini, belum ada perhatian dari pemerintah, untuk mengatasi pasangnya air waduk Cirata.

"Baru kali ini, air waduk, luber sampai menutupi jalan penghubung antar-kecamatan ini. bantuan dari pemerintah belum ada, sehingga warga kesulitan jika hendak bepergian," ucapnya.

Aparat Desa Gudang, H Daday, ketika dikomfirmasi belum mengetahui persis perkembangan lubernya air waduk itu. Namun pihaknya, mengakui selain menutup akses antar kecamatan, air bah merugikan petani dan peternak ikan.

"Tapi kami telah menyampaikan surat ke kabupaten melalui kecamatan. Semoga cepat ditanggapi karena saat ini ratusan kepala keluarga di Kampung Gudang, terisolasi," tuturnya.***3***
(U.K-FKR/B/Y008/Y008) 25-06-2010 13:42:58


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026