Ujian ulang tingkat tingkat SMA dilaksanakan di SMA 8 Bandung di Jalan Solontongan, sementara siswa tingkat SMK dilaksanakan di SMK Negeri 3 Bandung dan untuk siswa Madrasah Aliah di MAN 2 Bandung.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji, mengatakan untuk tingkat SMA mata pelajaran yang diujikan hari pertama Bahasa Indonesia, Sosiologi untuk jurusan IPS, Biologi untuk jurusan IPA serta Antropologi bagi siswa jurusan Bahasa.
"Jumlah peserta terbanyak yang mengikuti ujian ulang adalah peserta pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni sebanyak 495 siswa SMA, 80 siswa SMK, dan 65 siswa MA. Sementara 9 siswa SMA, dan 8 siswa SMK lainnya tidak hadir dalam ujian, dan untuk MA semua siswa peserta ujiannya hadir," ujar Oji ditemui di SMA 8 Bandung.
Oji mengatakan, secara keseluruhan, pelaksanaan UN ulang dapat dikatakan lancar. "Sejak kedatangan soal hari Minggu pukul 11.00 WIB di SMA 8, hingga pelaksanaan hari pertama lancar," katanya.
Siswa yang ikut UN ulang, adalah siswa yang dengan nilai mata pelajarannya belum mencapai standar kelulusan, dalam artian masih kurang sehingga belum dapat dinyatakan lulus dan siswa yang nilai rata-rata keseluruhannya belum mencapai 5,5.
Dan jika pada ujian ulang kali ini masih ada siswa yang belum dapat dinyatakan lulus, dan tidak hadir pada ujian ulang kali ini, maka mereka masih memiliki kesempatan untuk ujian paket C pada sekitar bulan September dan Oktober mendatang, untuk dikatakan lulus setingkat SMA/SMK/dan MA, lanjut Oji.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kursisjian PSMAK Dinas Pendidikan Kota Bandung, H.D Supanda menambahkan untuk hari ini ujian tingkat SMA dilanjutkan dengan ujian ulang mata pelajaran Biologi untuk jurusan IPA dengan jumlah peserta 114 siswa, mata pelajaran Sosiologi yang akan diikuti oleh 216 siswa jurusan IPS dan mata pelajaran Antropologi yang akan diikuti oleh tiga siswa dari program jurusan Bahasa.
Ajat S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.