Bandung, 12/4 (ANTARA) - Pencacahan pada Sensus Penduduk (SP) 2010 akan menyisir tempat domisili para lanjut usia (lansia) guna mendapatkan data yang dibutuhkan untuk program penanganan mereka di masa mendatang.

"Para lansia dipastikan disisir hingga lokasi domisili mereka, sehingga ke depan pemerintah memiliki data akurat tentang lasia dalam menggulirkan program bagi kelompok itu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Lukman Ismail di Bandung, Senin.

Ia menyebutkan, dengan sistem pencacahan by name by adress, diharapkan para lansia bisa ditangani secara maksimal.

Bagaimanapun, kata Lukman, para lansia perlu penanganan agar keberadaan mereka tetap terjamin dan produktif.

"Bagi sebagian lansia memang bermasalah karena mereka tak bisa lagi bekerja, namun pemerintah memiliki beberapa program untuk mereka dan data SP-2010 mendatang menjadi sangat penting," katanya.

Selain itu, Sensus Penduduk 2010 juga akan mencacah jumlah penduduk Jawa Barat yang diperkirakan pada tahun 2010 ini mencapai 44 juta orang, mencacah pengangguran, angkatan kerja, pendidikan, kesehatan, serta beberapa variabel lainnya.

Secara khusus SP-2010 juga akan menyisir warga yang yang selama ini hidupnya di jalanan dan tinggal sebagai penduduk 'gelap' karena tidak tedaftar tingkat pemerintahan tempat tinggalnya.

"Kelompok itu adalah mereka yang tidak hidup di jalanan, pengemis dan lainnya. Mereka akan didata secara serentak tanggal 15 Mei 2010 pada malam hari dengan mendatangi kantong-kantong penampungan mereka," kata Lukman Ismail.

Untuk pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 di Jawa Barat, BPS Jabar mengerahkan 91 ribu tenaga pencacah dengan total anggaran senilai Rp400 miliar, dimana Rp250 miliar diantaranya untuk honor petugas pencacah.

Sensus Penduduk 2010 akan digelar secara serentak pada 1 - 31 Mei 2010, kecuali di Kabupaten Sukabumi akan digelar mulai 21 April - 20 Mei 2010. Pencacahan di daerah itu dimajukan karena disesuaikan dengan Jadwal Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi yang mana 21 Mei sudah memasuki hari tenang.

"Di daerah lain yang akan menggelar Pemilu Kepala Daerah juga dimajukan proses pencacahannya, namun tahapannya tetap digelar selama sebulan," kata Kepala BPS Jawa Barat itu menambahkan.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026