Garut, 5/4 (ANTARA) - "Keermer" dan luapan deras sungai Cimanuk di musim penghujan ini, kian mengancam 16 penduduk RT.02/17 kelurahan Paminggir kecamatan Garut Kota, kata Kabag Informatika Setda Garut Dik Dik Hendrajaya, Senin.

Karena luapan sungai tersebut, semalam menjebol bentangan "keermer" berketinggian lima meter sepanjang 25,3 meter, sehingga terdapat empat rumah penduduk di bantaran sungai itu, kini semakin terancam tergerus dan dihanyutkan aliran sungai ini, katanya.

Keempat rumah yang membahayakan jika dihuni tersebut, masing-masing milik Endang(36), Uha(46), Ade Karnaen(35) serta Agus(32) dengan 16 anggota keluarganya.

Mereka masih diungsikan ke rumah saudara serta tetangga terdekat, sambil menunggu adanya bantuan stimulan dari Pemkab etempat.

Cimanuk, berhulu sungai di kecamatan Cikajang dan bermuara di pantai Utara pulau Jawa, yang mengairi ribuan hektare areal persawahan di kabupaten Indramayu termasuk Cirebon dan Sumedang.

Sejak dua bulan terakhir, luapannya sungai itu cukup deras akibat berlangsung musim penghujan sehingga membahayakan penduduk, yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.

Termasuk areal persawahan pada sepanjang daerah aliran sungai (DAS) ini, ungkap Dik Dik Hendrajaya, mengingatkan.


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026