Cianjur, 12/3 (ANTARA)-Ribuan warga dari berbagai daerah terdekat, memadati lokasi longsor di Kampung Ciawitali, desa Sukarame, kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat, Jumat.

Akibatnya jalur utama yang menghubungkan Cianjur ke wilayah Selatan, mengalami macet total hingga lima jam. Pasalnya kendaraan milik warga menghalangi kendaraan yang hendak melintas.

Pantauan di lokasi, antrean panjang kendaraan dari dan menuju Cianjur, atau sebaliknya menuju Selatan, berhenti total selama lima jam, sepanjang empat kilometer dari kedua arah.

Laju kendaraan terhenti akibat banyaknya kendaraan milik warga yang hendak melihat proses evakuasi terhadap tiga orang korban yang belum berhasil ditemukan, Wawan, Nuraini dan Wati.

Bahkan ratusan orang petugas yang diturunkan Satuan Lalulintas Polres Cianjur, tidak dapat memutus simpul kemacetan yang menyebabkan laju kendaraan terhenti.

"Kendaraan warga yang menjadikan lokasi bencana layaknya tempat wisata. Sehingga jalur yang seharusnya dapat dilalui kendaraan, akhirnya kembali terhenti," kata Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Gatot S, Jumat.

Guna antisipasi semakin panjangnya antrean kendaraan yang hingga sore menjelang belum dapat bergerak, pihaknya , mengarahkan pengunan jalan dengan tujuan Cianjur atau sebaliknya, mengunakan jalur alternative Takokak.

"Untuk antisipasi, kami mengarahkan pengunan jalan untuk mengambil jalur Takokak Sukabumi, Cianjur atau sebaliknya," ucapnya.

Semnetara itu, ratusan warga dari Kecamatan Campaka, Cianjur, sengaja datang ke lokasi bencana alam, hanya untuk melihat-lihat proses evakuasi.

Pasalnya ungkap mereka, merasa penasaran dan sekaligus berwisata ke tempat bencana karena setiap kali terjadi bencana, banyak cerita dibalik peristiwa itu.

"Sengaja datang ke sini hanya untuk melihat karena kalau melihat di televise atau di Koran, kayanya kurang seru," tutur Omen (45) yang datang bersama keluarga besarnya dengan kendaraan truk.


Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026