Warga meminta pihak PT CEP selaku penanggung jawab dalam hal pembebasan tanah mengganti kekurangan harga tersebut.
"Pada awal pembebasan lahan, tanah kami hanya diberi harga Rp45.000
per meter. Tapi beberapa lama kemudian harga tanah warga yang lain
naik ada yang Rp90.000 per meter, bahkan sampai Rp150.000 per meter persegi," kata Lilis, salah satu warga Kanci Kulon.
Oleh karena itu warga meminta ada keseragaman harga tanah, dengan cara pihak PLTU harus mengganti kekurangan harga tersebut.
Warga menyebutkan dua nama yang katanya bertanggung jawab atas proses pembebasan tanah, yaitu Aji Nugroho dan Hafid Saptandito.
Menurut Lilis, dua orang ini pada awal pembebasan tanah berjanji harga yang berlaku semuanya sama rata, yaitu Rp45.000 per meter persegi.
"Kami tidak mau bertemu dengan pengacara PT CEP karena kami buta
hukum, tidak paham soal hukum. Kami hanya ingin bertemu dengan dua
oknum PT CEP, yaitu Aji Nugroho dan Hafid Saptandito yang menjanjikan
tidak ada perbedaan harga namun kenyataannya tidak demikian," kata
Lilis yang diamini para pengunjuk rasa yang lain.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga melakukan penutupan jalan masukke areal proyek PLTU dengan menggunakan batu. Batu-batu berukuran besar dipasang berjejer hingga menutup seluruh badan jalan ditambah beberapa sepeda warga ikut di berdirikan di atas batu-batu tersebut.
Selain itu warga yang sebagian besar ibu-ibu ini pun kemudian
duduk-duduk sambil berorasi di atas terpal yang sudah dipasang
melintang bersama tumpukan batu.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB ini membuat aktifitas
kendaraan proyek terhenti. Sejumlah truk pengangkut material serta
beberapa kendaraan proyek tidak bisa masuk.
Begitu pun sebaliknya, beberapa karyawan PLTU yang hendak keluar dengan menggunakan motor terpaksa harus memutar kembali ke tempat kerjanya karena tidak diberi ruang sedikitpun untuk melintas.
Akhirnya setelah sekitar satu jam berorasi dan tidak mendapat
tanggapan dari pihak PT CEP maupun PLTU, warga pun kemudian
membubarkan diri dengan membiarkan batu-batu tersebut tetap menutup
jalan.
Namun tak lama kemudian, beberapa karyawan proyek PLTU dibantu
beberapa anggota Dalmas Polres Cirebon menyingkirkan batu-batu
tersebut kembali ke pinggir jalan.
M Taufik
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.