Garut, 11/3 (ANTARA) - Sebanyak 208 pemilik kios permanen yang ludes terbakar di kecamatan Pameungpeuk, 96 Km arah Selatan dari pusat kota Garut, melalui camat setempat mengharapkan santunan dari Pemkab, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat.

Santunan tersebut untuk menambah biaya pembangunan pasar kembali, yang juga direncanakan akan dilaksanakan secara swakelola atau oleh masing-masing korban kebakaran, kata camat Pameungpeuk Jujun Juhana saat ditemui di Garut, Kamis.

Dia mengatakan, saat ini telah dibangun sekurangnya 84 kios darurat masing-masing berukuran empat meter persegi di titik lokasi bongkar muat barang yang juga dilaksanakan secara berswadaya.

Pasar darurat tersebut, hanya melayani transaksi penjualan sembilan bahan pokok serta sayur-mayur, sedangkan ratusan kios yang terbakar dari 680 kios di komplek pasar tersebut, umumnya menyediakan bahan kelontongan, pakaian termasuk toko perhiasan.

Aparat kecamatan bersama unsur TNI dan Polri, sejak terbakarnya pasar tersebut pekan lalu hingga kini terus-menerus melakukan kontrol lapangan serta upaya advokasi.

Karena banyak diantara korban, yang mengalami stres berat bahkan beberapa diantaranya tampak menjadi apatis maupun putus asa, termasuk mereka yang telah berbelanja barang bernilai ratusan juta rupiah kemudian dalam sekejap bisa musnah terbakar.

Pasar ini, terletak di lokasi yang strategis karena memiliki konsumen dari wilayah kecamatan Cibalong, Cikelet, Caringin dan dari kecamatan Cisompet.

Sebelumnya Wakil Bupati R. Dicky Candra dan kalangan DPRD kabupaten Garut, yang membidangi ekonomi telah melakukan pertemuan dengan seluruh warga pasar di Pameungpeuk, ungkap camat Jujun Juhana.

John D Hidayat


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026