Bupati Cianjur, H Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, proses pembebasan lahan seluas 20 hektare itu sudah dilakukan di Jalan Lintas Timur Cianjur.
Namun ungkapnya, saat ini, Pemkab Cianjur, masih menunggu cairnya dana bantuan untuk proses pembangunannya.
"Hal tersebut sebagai upaya melestarikan, seni dan budaya khas Cianjur, Ngaos, Mamaos, dan Maenpo. Didalamnya nanti ada kawasan desa wisata," kata orang nomor satu di Cianjur itu, Selasa.
Menurutnya, lahan seluas 20 hektare itu, berada dilahan seluas 32 hektare di kawasan jalan lingkar timur, mulai dari Terminal Rawa Bango hingga Pasir Hayam.
Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan, menyambut suka cita dengan telah disediakannya lahan yang diperuntukan bagi Padepokan Ngaos, Mamaos, dan Maenpo, termasuk kawasan desa wisata.
Hal tersebut, telah ditunggu sejak lama, ungkap Abah Ruskawan. Pihaknya berharap impian tersebut segera terwujud dengan dibangunnya kawasan itu.
Pasalnya selama ini ungkap tokoh yang acap kali mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia itu, padepokan tersebut telah lama diminta para seniman Cianjur.
"Kami sangat gembira dengan disediakannya lahah untuk Padepokan Ngaos, Mamaos, Maenpo, termasuk kawasan desa wisata," ujar budayawan Cianjur itu.
Fikri
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.