Cianjur, 24/2 (ANTARA)-Sedikitnya 350 orang karyawan PT Strawberindo Lestari yang terletak di kawasan kebun teh Malaber, Desa Ciputri, Pacet, Cianjur, Selasa, mogok kerja.

Mereka menuntut agar pihak perusahaan memberikan gaji yang layak bagi mereka. Pasalnya gaji yang mereka dapatkan selama ini, dinilai dibawah upah minimum kabupaten (UMK).

Karyawan meminta agar pemilik perusahaan, dapat membayar mereka dengan upah yang sesuai, terlebih setiap harinya, mereka bekerja selama 7 jam.

"Selama ini tidak ada bentuk penghargaan yang diberikan perusahaan, ada karyawan yang sudah bekerja selama 8 tahun, dibayar Rp 20 ribu per hari, " kata Dindin salah seorang karyawan.

Ia mengaku, sebelumnya karyawan sempat mengajukan surat permohonan naik gaji ke perusahaan melalui kantor Disnaker Kabupaten Cianjur. Namun hingga saat ini, belum ada kenaikan yang sesuai.

Parahnya perwakilan karyawa yang mendatangi kantor Disnaker Cianjur, untuk mengadukan nasibnya, mendapatkan pemotongan gaji dari perusahaan.

"Ketika itu 23 orang perwakilan karyawan datang ke disnaker, guna memperjuangkan nasib ratusan karyawan lainnya, untuk dinaikan gaji, hasilnya belum mengemberikan," teriak puluhan karyawan.

Selang beberapa jam aksi mogok, akhirnya pihak perusahaan bersedia untuk melakukan dialog. Perusahaan berjanji akan menaikan gaji, namun tidak menyebutkan angka-angka.

"Pihak perusahaan memutuskan untuk menaikan gaji karyawan, namun kami belum bisa menyebutkan berapa besarannya," tutur Renaldy staf manajemen PT Strawberindo Lestari.

Ia membantah, ketika ada gaji karyawan yang dipotong akibat mengadukan nasibnya ke disnaker beberapa waktu lalu."Tidak benar, itu hanya miss understanding namun sudah di clearkan," sangahnya.

Kalaupun ada katanya, itu hanya dilakukan pada saat, mereka pergi ke kantor Disnaker Cianjur, karena bertepatan dengan jam kerja dan hanya pada hari itu saja.

Sementara itu, aksi mogok berakhir setelah pihak perusahaan, mengabulkan keinginan ratusan karyawan itu. Merekapun membubarkan diri dan melakukan aktifitas kembali seperti biasa.


Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026