"Program elektrifikasi pada 2010 sebanyak 77.000 rumah tangga di pedesaan, saat ini akses listrik yang dinikmati masyarakat baru mencapai 66,9 persen," kata Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan di Bandung, Senin.
Disebutkan, kebutuhan energi listrik di Jawa Barat terus meningkat di sisi lain kemampuan pasokan listrik dari PLN masih terbatas. Namun saat ini telah diupayakan melalui program pembangkit listrik 10.000 MW.
Menurut Gubernur, untuk mencapai target 100 persen elektrifikasi perlu dukungan dana yang tidak sedikit sehingga perlu dilakukan melalui meningkatkan sinergitas antara Pemprov Jabar dengan PT PLN dalam pengembangan ketenagalistrikan.
"Meski distribusi listrik telah mencapai 100 persen di seluruh desa di Jabar, namun belum menjangkau seluruh rumah tangga khususnya di kawasan desa terpencil," kata Heryawan.
Salah satu kendalanya, kondisi geografis di Jawa Barat yang bergunung-gunung dengan rumah penduduk yang berpencar-pencar sehingga dari nilai keekonomian PLN tidak menguntungkan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemda Jabar memfasilitasi anggaran untuk pengadaan tiang-tiang listrik dan kabel untuk menjangkau kawasan terpencil sehingga dapat teraliri listrik.
Pihak PLN mengakui hambatan pemasangan listrik ke beberapa kampung atau desa yang terisolasi. Alasannya selain kondisi kawasan yang sulit terjangkau, juga besarnya investasi yang tidak bisa ditutup dari pemasukan, akibatnya PLN merugi.
PLN setidaknya harus mengeluarkan anggaran Rp40 juta per kilometer untuk pemasangan jaringan listrik. Biaya satu pemasangan baru dari gadru ke pelanggan sendiri diperlukan biaya sebesar Rp1,15 juta.
(U.S033/B/M019/M019) 15-02-2010 18:42:39
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.